nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspada, Wanita yang Bekerja Malam Hari Lebih Berisiko Menopause Dini

Rahma Yulita, Jurnalis · Senin 04 Maret 2019 03:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 04 481 2025354 waspada-wanita-yang-bekerja-malam-hari-lebih-berisiko-menopause-dini-PQdzH58ksV.jpg Wanita yang bekerja malam hari lebih berisiko menopause dini (Foto:Shutterstock)

MENOPAUSE adalah perubahan yang pasti dialami oleh semua wanita. Keadaan ini menyebabkan wanita berhenti menstruasi, dan tidak lagi dapat hamil secara alami. Menopause terjadi ketika ovarium berhenti memproduksi sebanyak hormon ekstrogen dan tidak lagi melepaskan sel telur setiap bulan.

Usia rata-rata bagi seorang wanita untuk mencapai menopause adalah sekitar 50 tahun. Namun, tahukah Anda bahwa wanita yang sering melakukan kerja pada malam hari (lembur) memiliki risiko yang cukup tinggi untuk mengalami menopause dini?

Seperti yang dilansir dari DailyMail, Senin (4/3/2019) wanita yang menggangu jam tidur mereka dengan begadang di malam hari, memiliki kadar hormon melatonin tidur yang lebih rendah. Menurut beberapa ahli, hal itu penting untuk ovarium.

Baca Juga:

6 Potret Manekin yang Tidak Biasa dan Siap Bikin Ngakak!

Kenali Gejala Kanker Getah Bening, Nomor 1 Jangan Disepelekan

Tetapi, stres dan kelelahan karena lembur juga bisa menjadi salah satu faktor yang mengganggu kadar ekstrogen dan menjerumuskan wanita ke dalam menopause pada usia dini.

Dr. David Stock, pemimpin penelitian dari University of Dalhouise di Kanada mengatakan “Ini adalah studi pertama tentang hubungan antara rotasi shift malam dan usia saat menopause, dan kami menemukan hubungan moderat tetapi signifikan.” Ia juga menambahkan bahwa wanita yang mengalami menopause sebelum usia 45 tahun, cenderung sering melakukan kerja pada malam hari.

 

Selain menyebabkan menopause dini, wanita yang sering bekerja malam hari juga lebih besar memiliki risiko terkena kanker payudara dan endometrium, karena terlalu sering bekerja di malam hari diyakini memengaruhi kadar hormon seks, yang dapat menyebabkan kanker atau meningkatkan kemungkinan seorang wanita berhenti berovulasi.

Penelitian dilakukan dengan mengamati perawat yang telah bekerja setidaknya tiga malam dalam sebulan, di samping shift siang dan malam. Ditemukan bahwa wanita yang telah melakukan ini selama 20 bulan atau lebih dalam dua tahun sebelumnya memiliki risiko sembilan persen lebih besar mengalami menopause dini.

Bagi mereka yang memulai menopause di bawah usia 45, shift malam yang banyak ini meningkatkan risiko menopause dini sebesar 25 persen. Jika mereka telah melakukan shift malam bergilir selama lebih dari 20 tahun, risikonya naik menjadi 73 persen.

Bekerja lembur ternyata juga mampu meningkatkan risiko keguguran dan kelahiran prematur, karena bekerja pada malam hari membuat orang terkena cahaya buatan ketika mereka seharusnya tidur. Inilah yang mengurangi kadar hormon tidur melatonin, yang menurut beberapa ahli sangat penting untuk menjaga ovarium bekerja dan menghasilkan telur sehingga wanita tetap dapat memiliki anak.

(ndr)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini