nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Kanker Usus, Tips Perbaiki Pola Makan dan Gaya Hidup

krjogja.com, Jurnalis · Senin 04 Maret 2019 18:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 04 481 2025625 cegah-kanker-usus-tips-perbaiki-pola-makan-dan-gaya-hidup-cKRpcN8ZtC.jpg Cegah kanker usus dengan perbaiki gaya hidup (Foto: Nevadagastro)

Kematian akibat penyakit kanker usus besar (kolorektal) semakin sering ditemuibahkan beberapa selebritis Tanah Air pun terkena penyakit ini.

Health Claim Senior Manager Sequis dr. Yosef Fransiscus mengatakan umumnya, penyakit kanker usus besar menyerang mereka yang berusia 50 tahun dan karena faktor keturunan.

"Jika memiliki riwayat keluarga yang pernah terdiagnosa polip, kanker usus atau gejala lainnya yang terkait sindrom kanker usus. Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengetahuan, informasi, dan pemeriksaan gen. Dengan melakukan pemeriksaan gen, bisa mendeteksi mutasi gen yang berhubungan dengan sindrom yang diturunkan oleh keluarga,” imbuhnya.

Selain karena faktor keturunan, kata Yosef kanker kolorektal juga bisa terjadi karena gaya hidup yang buruk terutama soal asupan makanan yang tidak seimbang. Dari merasa sakit biasa hingga menjadi kanker usus besar bermula dari pola makan yang kurang serat, tinggi lemak ditambah gaya hidup lainnya yang buruk, seperti kurang istirahat, kurang olahraga, dan obesitas.

"Pola makan yang buruk antara lain tidak suka sayuran, gemar mengonsumsi daging merah, sering makan makanan siap saji (fast food), mengonsumsi alkohol dan merokok, bisa juga karena faktor jam makan dan porsi makan yang tidak teratur," Ungkapnya.

makan junk food

dr Yosef menjelaskan hal ini rentan terjadi pada masyarakat modern terutama generasi milenial yang terbiasa dengan gaya hidup yang tidak teratur dan jauh dari hidup sehat.

"Memiliki penghasilan sejak muda tetapi sibuk dengan berbagai aktivitas atau pekerjaan seringkali membuat generasi milenial tidak sempat berolahraga, kurang istirahat apalagi memperhatikan asupan makanan."

"Ketika lapar maka makanan junk food atau makanan kemasan dan instan menjadi pilihan karena selain praktis, rasanya juga enak. Pada akhirnya, gaya hidup yang buruk dan makanan yang tidak sehat akan memicu radikal bebas yang dapat menyerang sel tubuh dan berpotensi menjadi kanker, misalnya kanker kolorektal, “ ujar dr Yosef.

dr Yosef menambahkan kanker kolorektal terkadang tidak menunjukkan gejala penyakit serius sehingga banyak orang kerap menganggap remeh sehingga gagal mendapatkan diagnosis dini. Akibatnya, kankernya terlanjur menyebar dan terlambat diobati. Karena itu, penting untuk mengenali gejala kanker kolorektal agar penanganan yang dilakukan dapat lebih baik dan efektif.

"Awal terjadinya kanker kolorektal biasanya mirip dengan diare, yaitu ada darah pada kotoran (feses), berubahnya tekstur kepadatan kotoran baik bertambah keras hingga akhirnya menjadi konstipasi atau bertambah cair, tubuh terasa lelah, nyeri perut, perut kembung serta nafsu makan menurun."

"Jika Anda mengalami satu atau beberapa gejala tersebut, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Semakin awal penyakit terdeteksi maka semakin mudah pengobatan yang akan dilakukan dan peluang pasien untuk sembuh juga semakin besar,” imbuh dr Yosef

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini