nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perkenalkan Anenderat, Air Terjun 7 Tingkat Penuh Pesona di Tambrauw

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Rabu 06 Maret 2019 19:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 06 406 2026638 perkenalkan-anenderat-air-terjun-7-tingkat-penuh-pesona-di-tambrauw-CVkcaQA9hi.jpeg Pesona Air Terjun 7 Tingkat di Papua Barat (Foto: Utami/Okezone)

KABUPATEN Tambrauw di Provinsi Papua Barat mungkin belum familier di telinga Anda. Bagi para petualang, inilah saatnya Anda memasukkan Tambrauw di bucket list liburan tahun ini.

Tanah basah menyambut Okezone dan rombongan Kementerian Pariwisata di Desa Siakwa, Distrik Miyah, Kabupaten Tambrauw. Maklum, menurut penuturan warga setempat, semalam hujan cukup deras.

Kedatangan kami disambut dengan tarian selamat datang ‘Serara’ yang dilakukan oleh sekira 18 orang Suku Miyah. Tari Serara merupakan tarian yang biasa dilakukan untuk menyambut kaum lelaki yang telah menyelesaikan pendidikan adat. Dengan pakaian khas dan tongkat serta atribut khusus, kaki mereka bergerak lincah seiring lagu yang keluar dari mulut secara bersamaan.

 BACA JUGA : Prosesi Sungkeman, Syahrini-Reino Barack Kompak Kenakan Outfit Serba Putih

Kedatangan kami ke Desa Siakwa tak lain adalah untuk mengunjungi Air Terjun Anenderat. Maka usai menyaksikan pertunjukan Tari Serara, kami diarahkan untuk menuju air terjun di seberang sungai. Untuk sampai di Air Terjun Anenderat, kami harus menyeberangi sungai selebar kurang lebih 10 meter.

  

Tinggi air sungai saat itu sekira 60 sentimeter, arusnya cukup deras sehingga jika tidak menapakkan kaki dengan kuat, akan berbahaya. “Biasanya tingginya hanya sebetis. Tapi tadi malam turun hujan, jadi sungainya semakin deras,” ujar salah satu penduduk yang membantu menyeberang kepada Okezone.

 

Usai menyeberangi sungai, suara derasnya air terjun yang bermuara di sungai terdengar cukup keras. Untuk melihatnya lebih jelas, dilanjutkan dengan berjalan kaki sekira dua menit. Jalanannya terjal dan sangat licin, butuh keseimbangan tubuh dan pijakan yang kuat agar tidak terpeleset.

Bagai harta yang tersembunyi, Air Terjun Anenderat berada di balik pepohonan yang lebat. Uniknya, air terjun ini memiliki tujuh tingkat yang bentuknya semakin ke bawah semakin melebar. Debit air yang tinggi setelah hujan membuat arusnya sangat deras.

“Hati-hati, arusnya sangat deras kalau musim hujan. Jangan sembarang pijak batu, licin,” pesan Sofiana Momo, Kepala Distrik Miyah.

Air Terjun Anenderat mengalir indah di setiap tingkatnya, bagai tirai putih yang menutupi bebatuan curam. Dikelilingi pepohonan hijau lebat dan suara air menenangkan, Air Terjun Anenderat bagai harmoni untuk jiwa yang haus akan suasana alam segar.

Air Terjun Anenderat menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Tambrauw. Tahun lalu, sekira lima rombongan dari beberapa negara seperti Amerika Serikat utuk menikmati pesona air terjun ini sekaligus melihat langsung burung cenderawasih di habitat aslinya.

 

Kedatangan wisatawan ke tempat wisata ini tentu akan berpengaruh pada ekonomi penduduk sekitar. Amo, ketua sanggar budaya setempat mengatakan saat ada kunjungan wisatawan, ia bisa mendapatkan uang dari hasil menyewakan penginapan atau menari adat untuk pengunjung.

“Pendapatan ada, ketika mereka datang kita bisa dapat uang. Dibandingkan sebelumnya tidak ada. Kalau mau berjualan setengah mati, biaya transport ke Sorong Rp5 juta,” keluh Amo.

 BACA JUGA : 5 Penampilan Stylish DJ Verny Hasan yang Bikin Gagal Fokus

Untuk menuju Air Terjun Anenderat, pengunjung bisa menempuh jalan darat dari Bandara Rendani Manokwari sekira 4,5 jam. Namun jika Anda mulai dari Bandara Domine Eduard Osok di Sorong, perlu waktu yang lebih lama untuk sampai ke sana. Kendaraan bisa diparkir di area Kantor Distrik Miyah. Untuk mobil, tarif parkirnya Rp100 ribu dan untuk motor perlu membayar Rp50 ribu.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini