nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Emetophobia, Gangguan Mental yang Takut Lihat Muntah

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 06 Maret 2019 10:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 06 481 2026415 mengenal-emetophobia-gangguan-mental-yang-takut-lihat-muntah-PB31rx1PlV.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERASAAN tidak nyaman seringkali timbul saat kita melihat sesuatu yang menjijikkan. Contohnya ketika melihat kotoran dan muntah, orang cenderung menjauhinya.

Tapi, ada orang yang begitu takut sehingga ketika melihat orang muntah, maka dia akan muntah juga. Dorongan ini sebenarnya merupakan gangguan obsesif kompulsif yang merupakan kecemasan parah.

Gangguan kesehatan mental ini dikenal dalam dunia medis dengan istilah emetophobia. Hingga saat ini belum ada penjelasan mengapa seseorang bisa mengembangkan emetophobia, namun yang pasti gejala utama dari kondisi ini adalah kecenderungan untuk menghindari apapun yang dapat membuat muntah atau berdekatan dengan muntah.

Baca Juga: Intip Rumah Sederhana Ibunda Luna Maya di Bali

Orang-orang tersebut yang mengalami gangguan tersebut takut terpapar kuman, karena dapat menginfeksi tubuh dan membuat sakit. Selain itu, mereka juga takut mengalami keracunan makanan karena bisa menyebabkan muntah. Oleh karenanya, mereka bisa saja menghindari makanan laut.

“Penderita juga mungkin melakukan hal-hal tertentu secara berlebihan seperti terlalu sering mencuci tangan. Cara-cara tersebut membuat mereka yang memiliki emetophobia bisa terlihat menyedihkan, belum lagi jika dikacaukan dengan OCD," jelas terapis psikoterapi, Maria Kane seperti yang dikutip Okezone dari Metro.

"Mereka pun dapat mengalami gejala panik setiap kali merasa berisiko muntah,” tambahnya.

Emetophobia dapat memperburuk kondisi seseorang yang sedang sakit. Sebab, mual dan sakit perut lazim terjadi apabila kondisi tubuh melemah. Apabila seseorang tersebut terlalu cemas akan muntah, dia akan menghindar untuk mengonsumsi sesuatu. Akibatnya, sakit yang diderita tak kunjung sembuh, seperti lingkaran setan yang tak berujung.

Baca Juga: Syahrini-Reino Barack Berbusana Pengantin Sunda, Netizen: Geulis dan Kasep Pisan!

“Mereka yang berjuang dengan emetophobia harus mencari rujukan untuk terapi perilaku kognitif (CBT). Terapi ini merupakan intervensi terapeutik yang paling cocok untuk gangguan tersebut. Dalam CBT, penderita diajarkan untuk mengelola tekanan yang mereka rasakan ketika mengalami gejala muntah atau ketika berada di sekitar muntah,” terang Maria.

Terapi CBT biasanya melibatkan hal-hal yang mungkin ditakuti oleh penderita. Selain itu, penderita mungkin akan melakukan eksperimen perilaku. "Pada dasarnya, CBT mencoba untuk mengajarkan penderita bahwa muntah itu tidak menyenangkan tetapi mereka tetap bisa bertahan hidup untuk menghadapinya,” pungkas Maria.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini