nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bukan Gadget, Cara Ini Lebih Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 06 Maret 2019 19:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 06 481 2026760 bukan-gadget-cara-ini-lebih-optimalkan-tumbuh-kembang-anak-5DumYjzg7E.jpg Permainan imajinasi bantu tumbuh kembang anak (Foto: Parenting)

Perkembangan teknologi turut serta memengaruhi proses tumbuh kembang anak. Terutama bagi mereka yang lahir pada tahun 2010-2025. Mereka disebut juga sebagai generasi alfa yang mayoritas merupakan anak dari generasi milenial atau generasi Y.

Teknologi membuat anak dari generasi alfa sudah memiliki jejak digital jauh sebelum mereka lahir. Sebab segala sesuatu yang menyangkut dirinya didokumentasikan oleh orangtua dan diunggah ke media sosial. Selain itu, teknologi memudahkan anak generasi alfa belajar dengan metode visual dan praktik langsung. Maka tak heran bila ke depannya anak dari generasi ini memiliki keahlian yang lebih tinggi.

Akan tetapi, jangan sampai orangtua lengah dengan kemajuan teknologi yang berada di sekitar anak. Contoh gampannya, kontrol waktu anak menggunakan gadget. Sebab kalau dibiarkan anak bisa saja mengalami kecanduan.

"Sarannya sih anak sampai usia 18 bulan belum boleh diperkenalkan gadget sama sekali, entah itu ponsel, tab, dan semacamnya. Di usia 3 tahun, mereka juga boleh bermain gadget dengan batas waktu maksimal 1 jam. Jangan sampai screen time digunakan sebagai nanny," ujar psikolog Binky Paramitha L, M.Psi saat ditemui Okezone dalam konferensi pers peluncuran seri booklet “The Power of Play” yang diselenggarakan oleh Early Learning Centre, Rabu (6/3/3019), di Jakarta.

Binky menjelaskan jika sekarang banyak orangtua yang menggunakan gadget untuk menenangkan anak. Bahkan tak sedikit yang beralasan gadget dapat membantu tumbuh kembang anak karena banyaknya informasi yang mudah didapat. Namun, tumbuh kembang anak bisa dioptimalkan dengan cara lain contohnya bermain imajinasi.

permainan

"Permainan imajinasi mulai muncul di usia 18 bulan dan akan semakin kompleks serta sering dilakukan ketika anak berusia 3 tahun. Melalui permainan ini, anak mengembangkan ketertarikan pada dunia orang dewasa dan ingin menjadi bagian dari dunia tersebut. Dalam permainan imajinasi biasanya melibatkan peran tertentu," jelas Binky.

Contoh permainan imajinasi adalah masak-masakan, kasir-kasiran, dokter-dokteran, dan lain sebagainya yang sejenis. Permainan imajinasi merupakan stimulus yang baik bagi otak anak. Menurut studi dari The United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) yang berjudul ‘Early Moments Matter’ pada tahun 2018 dikemukakan di tahun-tahun pertama kehidupan, neuron otak manusia membentuk koneksi baru dengan kecepatan 700-1.000 per detik. Koneksi tersebut merupakan blok bangunan masa depan anak dari proses tumbuh kembangnya.

permainan

Permainan imajinasi membuat koneksi tersebut semakin optimal karena anak belajar memainkan peran tertentu. Dengan begitu, anak dapat menghadapi tantangan yang lebih baik di kemudian hari. Permainan imajinasi juga dapat meningkatkan aspek kognitif, kemampuan berbahasa, serta mengoptimalkan aspek sosial emosional pada anak.

"Permainan imajinasi adalah komponen yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Mereka dapat mulai bisa menyadari lingkungan di luar dirinya sendiri dan belajar empati. Permainan ini juga menuntut anak untuk memiliki inisiatif dan rasa berkompeten dalam dirinya sehingga dia lebih pede untuk mengeksplorasi lingkungan lebih baik," pungkas Binky.

...

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini