nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengalami Keputihan Usai Berhubungan Seks, Wajarkah?

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Kamis 07 Maret 2019 00:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 06 485 2026819 mengalami-keputihan-usai-berhubungan-seks-wajarkah-DuJWIPrAHa.jpg Ilustrasi keputihan usai seks (Foto: Hellosehat)

Jika Anda mengalami keputihan, tak usah khawatir. Pasalnya, kondisi ini sangat normal dan umum terjadi pada wanita. Cairan ini justru membantu membasuh kotoran, menjaga vagina tetap bersih dan lembap, serta melindungi vagina dari infeksi.

Namun, banyak orang yang mengalami keputihan setelah berhubungan seks, normalkah? Berikut ulasannya yang dikutip dari Hellosehat:

Keputihan setelah berhubungan seks, apakah normal?

Pada dasarnya, keputihan setelah seks adalah hal yang normal. Seseorang bisa mengalami keputihan kapan saja, termasuk setelah seks. Namun perlu digarisbawahi, tidak semua orang mengalami keputihan yang normal. Biasanya, keputihan yang normal dan sehat memiliki ciri seperti:

Tidak berbau. Kalaupun ada aroma yang muncul biasanya tidak menyengat atau mengganggu.

- Berwarna putih atau bening.

- Teksturnya tebal dan lengket.

- Keputihan licin dan basah.

Sedikit banyaknya keputihan juga tidak bisa ditentukan secara jelas. Biasanya hal ini tergantung kondisi tubuh Anda. Biasanya keputihan akan keluar lebih banyak jika Anda sedang hamil, sudah aktif secara seksual, dan sedang menggunakan alat kontrasepsi. Selain itu, saat rahim berovulasi, Anda juga biasanya akan sering mengalami keputihan yang basah dan licin selama beberapa hari.

Keputihan

Kapan keputihan dikatakan tidak normal?

Jika setelah berhubungan Anda sering mengalami keputihan tetapi tak seperti ciri-ciri yang telah disebutkan sebelumnya, Anda perlu berhati-hati. Pasalnya, keputihan juga bisa jadi penanda masalah kesehatan organ reproduksi Anda. Biasanya Anda bisa mengecek normal atau tidaknya keputihan dari warna, tekstur, dan baunya.

Keputihan berwarna merah

Jika Anda mengalami keputihan setelah berhubungan dan warnanya merah maka waspada. Biasanya, warna merah menandakan adanya perdarahan. Perdarahan bisa jadi kondisi serius tetapi bisa jadi tidak. Terkadang, kondisi ini juga bisa menjadi tanda awal kanker endometrium. Untuk itu, segera konsultasikan ke dokter jika mengalaminya.

Keputihan

Keputihan berwarna putih atau kekuningan

Jika Anda mengalami keputihan berwarna putih atau kekuningan dengan tekstur pekat, tebal, dan bau yang kuat, bisa jadi ini adalah infeksi. Kondisi ini umumnya menandakan adanya infeksi jamur vagina. Umumnya, kondisi ini bisa menyebabkan gatal atau iritasi.

Keputihan berwarna kuning-kehijauan

Jika keputihan berwarna kuning kehijauan biasanya kondisi ini menandakan infeksi bakteri atau penyakit kelamin yang menular. Apalagi jika teksturnya tebal, menggumpal, dan berbau busuk.

Keputihan berwarna merah muda

Keputihan yang berwarna merah muda biasanya mengandung sedikit darah. Kondisi ini bisa menjadi tanda perdarahan di awal kehamilan. Namun, ketika Anda mengalami hal ini setelah berhubungan seks bisa jadi ada robekan kecil di vagina atau leher rahim. Akibatnya, keputihan Anda berwarna merah muda.

Abu-abu

Keputihan juga bisa berwarna abu-abu. Biasanya, kondisi ini menandai adanya gejala infeksi bakteri vagina yang disebut bacterial vaginosis. Selain keputihan yang berwarna abu, kondisi ini juga menyebabkan berbagai gejala lain seperti:

- Gatal

- Vagina dan keputihan berbau tak sedap

- Kemerahan di sekitar vulva atau bukaan vagina

Jika Anda mengalami hal ini, segera konsultasikan ke dokter. Biasanya, dokter akan meresepkan antibiotik jika Anda positif mengalami infeksi bakteri vagina.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini