nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ramuan Keabadian Ditemukan di Tiongkok, Bagaimana Bentuknya?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 07 Maret 2019 21:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 07 481 2027145 ramuan-keabadian-ditemukan-di-tiongkok-bagaimana-bentuknya-meyUJe4f3u.jpg Para ilmuwan sedang meneliti obat keabadian di China (Foto: News)

PERNAHKAH Anda mendengar istilah ramuan keabadian? Mungkin, hal ini bisa ditemukan dalam cerita maupun fiksi belaka. Namun, obat tersebut ternyata ada dalam kehidupan nyata, bahkan sudah ada sejak zaman kuno.

Belum lama ini para arkeolog membuat penemuan menakjubkan ketika mereka menggali dan menemukan cairan seperti anggur berusia 2000 tahun dari makam Dinasti Han Barat. Setelah mereka melakukan pengujian berbulan-bulan, dipercaya bahwa cairan tersebut adalah “Elixir of Immortality”.

Para ilmuwan menemukan cairan sebanyak 3,5 liter tersebut dari makam keluarga kerajaan pada Oktober 2018. Awalnya mereka meyakini cairan tersebut adalah anggur, karena mengeluarkan aroma layaknya alkohol.

 Baca Juga: 7 Efek Samping Obat yang Aneh, Nomor 1 Bahaya Banget!

Namun, hasil penelitian laboratorium menunjukkan bahwa cairan yang ditemukan di Luoyang terdiri dari potasium nitrat dan alunit. Kedua komponen tersebut adalah bahan utama obat keabadian yang tertulis dalam teks Tao kuno. Hal ini disampaikan langsung oleh pimpinan proyek penggalian, Pan Fusheng.

Menurut Kepala Institut Relik Budaya dan Arkeologi, Shi Jiazhen, ramuan mistis ini kabarnya menjadi racikan pertama yang ditemukan para ahli di Tiongkok.

 

“Ini adalah pertama kalinya mitos 'obat keabadian' ditemukan di Tiongkok. Cairan ini memiliki nilai yang signifikan untuk studi pemikiran Tiongkok kuno tentang mencapai keabadian dan evolusi peradaban Tiongkok,” tutur Shi, sebagaimana dilansir Next Shark, Kamis (7/3/2019).

Namun, kandungan cairan tersebut dapat membahayakan kesehatan manusia ketika dikonsumsi dalam dosis tinggi, khususnya kalium nitrat. Kabarnya senyawa kimia ini biasanya digunakan dalam pengolahan daging, kembang api, dan pupuk.

 Baca Juga: 7 Keuntungan Tidur Miring ke Kiri, Bikin Tubuh Gak Keracunan

Ketika terpapar cairan ini, orang tersebut dapat mengalami reaksi yang berbeda seperti iritasi mata dan kulit, gagal ginjal, anemia, dan bahkan kematian.

 

Tidak jelas apakah orang-orang kuno dari Dinasti Han Barat telah menggunakan ramuan ini untuk upacara pemakaman atau jika mereka mengkonsumsinya mengingat risiko kesehatan yang dimiliki cairan ini.

Hingga saat ini para ilmuwan telah menyimpan dengan baik semua benda yang mereka temukan di dalam makam. Selain itu, sisa jenazah di dalamnya juga ikut dijaga dengan baik karena memiliki sejarah yang besar.

"Makam itu menyediakan bahan berharga untuk mempelajari kehidupan bangsawan Han Barat serta ritual pemakaman dan adat istiadat pada masa itu," tutupnya.

(tam)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini