nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perkawinan di Bawah Umur Marak Terjadi, Seks Bebas Jadi Alasan Utamanya?

Rahma Yulita, Jurnalis · Jum'at 08 Maret 2019 22:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 08 196 2027566 perkawinan-di-bawah-umur-marak-terjadi-seks-bebas-jadi-alasan-utamanya-QHXZscQU9Y.jpg Seks bebas jadi alasan maraknya pernikahan dini? (Foto: Islandweddingvideo)

PERKAWINAN di bawah umur memang selalu menjadi perhatian dunia, termasuk Indonesia. Ada banyak alasan yang mengatakan bahwa perkawinan di bawah umur merupakan permasalahan yang sangat serius, sehingga perlu diatas dan dicegah guna menghindari dampak buruk yang mungkin terjadi setelahnya.

Batas usia perkawinan di Indonesia berdasarkan UU Perkawinan saat ini yaitu 16 tahun untuk perempuan, dan 19 tahun untuk anak laki-laki. Berdasarkan hukum yang berlaku, perkawinan anak dimasalahkan jika pengantin belum cukup umur untuk menikah. Selain melanggar hukum, jika pernikahan terjadi akan ada banyak hak yang terenggut sebagai anak.

 BACA JUGA : Hari Perempuan Internasional, Maskapai Ini Terbangkan Kru Perempuan pada 52 Rute Penerbangan

Namun faktanya, umur 16 tahun untuk perempuan diperbolehkan melakukan perkawinan masih dianggap terlalu muda. Selain karena di umur segini, anak masih memerlukan nutrisi untuk tumbuh kembangnya, ia juga belum memiliki fisik yang siap jika harus mengandung hingga mengurus anak nantinya.

 

Indry Oktaviani, Koordinator Pokja Reformasi Kebijakan Publik, Koalisi Perempuan Indonesia mengatakan kebijakan yang memperbolehkan perempuan dengan batas umur 16 tahun untuk menikah seharusnya segera diubah. Ia juga menambahkan bahwa, pemerintah Indonesia masih memberikan ruang perkawinan di bawah umur 18 tahun khusunya untuk perempuan.

Selain itu, UU Perkawinan juga tidak memberikan batas minimal perkawinan bagi anak perempuan selama diizinkan oleh pengadilan. Ini lah yang menyebabkan maraknya perkawinan dengan mempelai wanita berumur sangat muda terjadi di Indonesia.

Indry bercerita, masih banyak pihak yang salah tangkap dengan alasan terjadinya perkawinan di bawah umur. “Banyak yang menempatkan kecurigaan pada birahinya anak-anak. Jadi mereka berpikir bahwa anak yang pacaran itu cenderung akan melakukan seks bebas, jadi perkawinan anak disebabkan oleh kehamilan dan pergaulan bebas.”, ujarnya saat menghadiri Media Talk di KPPPA, Jumat (8/3/2019).

Ternyata, seks bebas bukanlah alasan utama terjadinya perkawinan di bawah umur. “Asumsi tentang anak yang berpacaran akan melakukan seks bebas, disini kami ingin menunjukkan bahwa bukan itu sebenarnya alasan utamanya perkawinan anak. Karena alasan pertama perkawinan anak adalah faktor ekonomi.”, tambahnya.

Menurut laporan yang ia terima, dari ketiga korban perkawinan di bawah umur, ketiganya dikawinkan karena alasan ekonomi keluarga yang kurang baik. Nasib mereka pun ditentukan dengan perkawinan, yang sebenernya belum pantas mereka jalani. Salah satu diantaranya ada dikawinkan dengan duda yang mapan, hingga dikawinkan untuk mengganti hutang orang tuanya.

BACA JUGA : Viral Makan Siang Mewah Ikan Arwana Goreng, Harganya Rp113 juta!

“Ini baru sebagian kecil dari fakta tentang anak yang dikawinkan di bawah umur. Kita tidak tahu seberapa banyak anak di luar sana yang bahkan dikawinkan lebih dari satu kali ketika mereka masih berumur di bawah 16 tahun.”, tuturnya.

(dno)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini