nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengunjungi Candi Hindu Tertua di Indonesia

Dada Sathilla, Jurnalis · Jum'at 08 Maret 2019 13:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 08 406 2027341 mengunjungi-candi-hindu-tertua-di-indonesia-MXrl2vZlJ0.jpg Candi tertua di Indonesia (Foto:Sabra)

DARI sekian banyak candi di Indonesia, candi Borobudur dan Parambanan lah yang paling termahsyur dan sering dikunjungi wisatawan. Tapi, Borobudur dan Prambanan bukanlah yang tertua. Candi Hindu tertua di Indonesia sekaligus di tanah Jawa berada di dataran tinggi Dieng, kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah. Tak kalah dari candi lainnya, kumpulan candi Dieng juga menarik untuk dikunjungi sambil menikmati udara dingin pegunungan Dieng.

Candi yang berada di Dieng merupakan kumpulan candi yang berasal dari abad ke-7 atau 8 Masehi. Candi - candi ini adalah candi Hindu tertua di tanah Jawa sekaligus di Indonesia. Ada 8 candi di komplek candi Dieng dengan kondisi yang cukup terawat.

 

Kelapan candi di Dieng diberi nama berdasar karakter dalam wayang Jawa, yang berasal dari epos Mahabharata. Masing-masing candi itu adalah candi Arjuna, candi Semar, candi Srikandi, candi Puntadewa, candi Sembadra, candi Gatotkaca, dan candi Dwarawati.

Sementara itu candi kedelapan, candi Bima lokasinya terpisah dari ketujuh candi lainnya oleh sebuah bukit. Dari kedelapan candi di Dieng, candi Bimalah yang paling tinggi dan besar strukturnya, serta lebih mirip dengan bangunan candi/ kuil di India. Kedelapan candi di Dieng dibangun untuk dewa Siwa.

Baca Juga:

Potret Sensual Pedangdut Ratu Meta, Foto Nomor 1 Telanjang Bulat

6 Daftar Turis Terburuk di Dunia, Nomor 1 Tidak Heran

Sebenarnya ada sekitar 400an candi di Dieng, namun candi-candi itu hanya tinggal 8 karena batu-batu candi diambil para petani setempat setelah banjir yang melanda Dieng surut pada abad ke-19. Kedelapan candi di Dieng ditemukan oleh tentara Inggris pada tahun 1814, kemudian direstorasi oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1864.

 

Saat saya berkunjung ke Dieng beberapa bulan lalu, komplek candi ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal, tapi minim wisatawan asing. Padahal Dieng memiliki banyak potensi untuk menjadi destinasi wisata internasional seperti halnya candi Prambanan dan Borobudur. Informasi akses ke Dieng yang minim dalam bahasa Inggris serta kurang majunya infrastruktur di Dieng adalah beberapa sebab kenapa turis asing jarang traveling ke Dieng. Jalanan di Dieng masih sering berdebu dan rusak. Telaga warga dan beberapa tempat alam lainnya tampak tak bersih dari sampah.

Untuk mengunjungi komplek candi Arjuna dan kawan-kawan, pengunjung perlu membeli tiket masuk seharga Rp.7.500,00. Sedangkan candi Bima gratis. Dataran tinggi Dieng bisa dicapai dengan naik mobil dari Jakarta maupun Jogjakarta. Transportasi umum ke Dieng diantaranya kereta api dari Jakarta menuju Purwokerto, kemudian ganti dengan bus/ shusttle bus tujuan terminal bus Wonosobo. Terakhir, perjalanan dilanjutkan dengan bus menuju Dieng selama 1,5 jam.

(ndr)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini