nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kegemukan Miliki Peluang Lebih Baik Terhindar dari Stroke

Harisah Chamil, Jurnalis · Jum'at 08 Maret 2019 14:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 08 481 2027348 kegemukan-miliki-peluang-lebih-baik-terhindar-dari-stroke-JoIZn3Vxaa.jpg Ilustrasi (Foto: Harvardhealth)

Kegemukan terjadi akibat berbagai faktor terhadap kehidupan seseorang. Faktor genetik adalah salah satu faktor penting, faktor lainnya yang berpengaruh adalah perilaku makan dan gaya hidup.

Banyak di antara mereka yang mengalami kegemukan adalah orang-orang yang sebelumnya tidak gemuk. Sehingga sangatlah penting untuk memerhatikan perubahan berat badan Anda. Bila Anda tadinya kurus dan pada waktu tertentu berat badan naik terus, maka walaupun belum mencapai apa yang disebut kegemukan, Anda memiliki risiko untuk mengalami masalah kesehatan yang sama seperti dilansir dari The Health Site, Jumat (8/3/2019)

Sementara obesitas diketahui sebagai faktor risiko utama dalam banyak penyakit, sebuah studi baru menunjukkan memiliki beberapa lemak tubuh tambahan dapat dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan selamat dari stroke.

 Baca Juga: Hari Perempuan Internasional, Ini 13 Quotes Menginspirasi Pilihan Google Doodle

Penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan ke-71 Akademi Neurologi Amerika di AS, menemukan bahwa orang yang sangat gemuk 62 persen lebih kecil kemungkinan untuk meninggal daripada orang dengan berat badan normal.

"Telah diperhatikan bahwa berat badan ekstra dapat berperan dalam kelangsungan hidup bagi orang yang menderita penyakit ginjal dan jantung. Kami merasa perlu untuk menyelidiki apakah itu juga terkait dengan peningkatan kelangsungan hidup stroke," kata Zuolu Liu, peneliti di Universitas dari California, Los Angeles.

Orang yang obesitas 46 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal setelah stroke dan mereka yang kelebihan berat badan memiliki peluang 15 persen lebih besar untuk bertahan hidup.

Sebaliknya, orang dengan berat badan kurang 67% lebih mungkin meninggal setelah stroke daripada orang dengan berat badan normal.

 Baca Juga: 7 Mitos dan Fakta soal Kulit, Pernah Salah Kaprah?

Kondisi yang disebut paradoks obesitas menunjukkan kelebihan berat badan mungkin melindungi bagi beberapa orang, seperti orang tua atau mereka yang memiliki penyakit kronis tertentu.

“Salah satu penjelasan yang mungkin adalah orang yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki cadangan gizi yang dapat membantu mereka bertahan hidup selama penyakit yang berkepanjangan. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk menyelidiki hubungan antara indeks massa tubuh dan stroke,” kata Liu.

Untuk penelitian ini, tim mengamati 1.033 orang yang terkena stroke dengan usia rata-rata 71 dan indeks massa tubuh rata-rata (BMI) 27,5.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini