nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kanker Serviks Renggut 18 Ribu Nyawa di Indonesia Tiap Tahun, Segera Lakukan Vaksin HPV

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 08 Maret 2019 19:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 08 481 2027528 kanker-serviks-renggut-18-ribu-nyawa-di-indonesia-tiap-tahun-segera-lakukan-vaksin-hpv-oY5XLvErfS.jpg Ilustrasi (Foto: Dietdoctor)

Kanker serviks atau kanker leher rahim kini tidak hanya diidap oleh orang-orang yang sudah lanjut usia, tetapi juga bisa diidap oleh semua perempuan yang masih dalam usia produktif.

Data terbaru dari GLOBOCAN 2018 menunjukkan, kasus baru kanker serviks di Indonesia mencapai 32.469 kasus atau 17,2% dari presentase kanker perempuan di Indonesia. Bahkan, kematian akibat kanker serviks mencapai 18.279 per tahun atau sebanyak 50 perempuan Indonesia meninggal setiap harinya karena kanker yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi HPV.

Angka tersebut ternyata juga meningkat drastis dibandingkan data yang dirilis oleh GLOBOCAN sebelumnya di tahun 2012, yaitu 26 perempuan meninggal setiap harinya karena kanker serviks. Tingginya angka kematian ini menunjukkan bahwa kesadaran perempuan Indonesia dalam upaya pencegahan kanker serviks masih sangat minim.

 Baca Juga: Ngopi 10 Gelas Sehari dalam 7 Tahun, 3 Tulang Rusuk Wanita Ini Patah

Skrining dan pemberian vaksin dini pun menjadi cara terampuh untuk mencegahnya. Apalagi jika bercermin dari fakta-fakta yang berhasil ditemukan para ahli. Disebutkan bahwa kanker serviks cenderung bisa dicegah karena faktor penyebebanya sendiri lebih mudah dideteksi dibanding jenis kanker lainnya.

“Kanker lain multifaktor, kanker serviks itu sudah fix dan bisa dicegah sengan vaksin HPV. Jadi dari umur 9 tahun, anak-anak sudah bisa divaksin. Hanya ibu hamil yang tidak boleh diberi vaksin ini,” tegas dr. Venita, MSc, selaku perwakilan dari Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta dan bagian dari Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS), di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (8/3/2019).

 Baca Juga: Kamu Gampang Alergi? Kenali Dulu Apa Itu Alergi yang Sebenarnya

Pernyataan tersebut tentu menimbulkan sebuah tanda tanya besar, “Apakah pemberian vaksin HPV ini memang harus dilakukan saat anak-anak baru menginjak usia remaja?”

Venny mengatakan, sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa respons imun pada perempuan berusia antara 9-13 tahun jauh lebih baik dibanding usia di atasnya. Pemberian vaksin HPV juga diklaim lebih efektif jika diberikan pada perempuan yang belum menikah.

“Bayi yang baru lahir saja langsung divaksin, tugasnya memang untuk mencegah virus penyakit, dan prinsipnya sama dengan kanker serviks. Lebih baik dilakukan sebelum menikah, tapi setelah menikah juga tidak apa-apa. Bedanya, saat masih remaja, hanya membutuhkan 2 kali suntik vaksin. Sementara di atas usia 13 tahun pemberian vaksin harus dilakukan 3 kali,” tukas Venita.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini