nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demi Penelitian Kedokteran, Wanita Ini Rela Dicacah Jadi 27 Ribu Bagian

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 08 Maret 2019 20:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 08 481 2027580 demi-penelitian-kedokteran-wanita-ini-rela-dicacah-jadi-27-ribu-bagian-ZtQL5SFPaG.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEIRING berkembangnya zaman, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pun ikut meningkat bersama. Saat ini banyak sekali masalah maupun penyakit yang berkembang dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Untuk mengimbanginya, maka manusia berlomba untuk menciptakan kemajuan besar sejak beberapa dekade lalu. Salah satunya adalah menemukan obat untuk penyakit hingga mempelajari senyawa agar bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

Sebagai seorang manusia, kita juga didorong untuk belajar tentang beberapa fenomena baru di bidang sains. Salah satunya adalah dengan melakukan eksperimen menggunakan tubuh manusia. Tentu tidak mudah untuk mencari seseorang yang rela memberikan tubuhnya untuk objek sains.

 Baca Juga: Menyingkap Cerita di Balik Tank-Tank Sisa Perang Dunia II di Papua Barat

Namun berbeda ceritanya dengan wanita yang satu ini. Adalah Susan Potter, yang wafat pada usia 87 tahun. Ia menyumbangkan tubuhnya sebagai objek sains yang bakal mengukir sejarah di dunia.

Sebagaimana dilansir Boldsky, Jumat (8/3/2019), Susan akan menjadi mayat pertama yang memiliki pinggul titanium. Jenazah Susan kabarnya akan dibekukan, diiris dan digunakan oleh para mahasiswa kedokteran untuk belajar.

 

Saat masih hiduo, Susan rupanya telah meminta kepasa petugas medis bahwa ia ingin tubuhnya disumbangkan untuk para mahasiswa kedokteran. Setelah meninggal, tubuhnya seakan hidup selama 15 tahun dan didokumentasikan untuk referensi peneliti selama beberapa tahun belakangan.

Para petugas medis mengungkapkan bahwa tubuh Susan akan diiris menjadi 27 ribu potongan. Potongan ini tiga kali lebih tipis dari bagian ujung mata manusia. Tubuh Susan telah dipindai ke komputer yang nantinya dapat digulirkan dari tubuhnya.

 Baca Juga: Cokelat Unik Bentuk Alat Vital Pria, Panjangnya 11 Cm!

National Geographic telah mendokumentasikan perjalanannya selama 16 tahun karena semasa hidup, ia ingin para peneliti memperbarui kehidupannya. Singkat cerita, setelah kematiannya, para dokter meletakkan tubuh Susan di freezer hingga suhu 15 derajat fahrenheit.

Jenazah Susan tetap berada di freezer itu selama dua tahun. Ketika Susan meninggal, petugas medis harus bekerja lebih cepat karena tubuh harus dijaga untuk penelitian.

Oleh karena itu, Susan selalu membawa kartu yang akan memberi tahu siapa pun yang menemukan tubuhnya bahwa mereka hanya memiliki empat jam untuk membuatnya beku agar jenazahnya bekerja dengan baik.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini