nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Mitos dan Fakta soal Kulit, Pernah Salah Kaprah?

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 08 Maret 2019 11:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 08 611 2027317 7-mitos-dan-fakta-soal-kulit-pernah-salah-kaprah-uAHxnfcydx.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TIDAK sedikit orang yang memberikan perhatian ekstra terhadap kulitnya. Sebab, kulit adalah bagian tubuh yang terlihat dari luar. Beberapa memilih melakukan perawatan dengan produk tertentu atau pergi ke dokter spesialis untuk membuat kulitnya tetap terlihat cerah, elastis, dan kenyal.

Di sisi lain, tidak jarang mereka yang memerhatikan kondisi kulit termakan oleh pemahaman yang salah. Melansir Independent, Jumat (8/3/2019), inilah mitos dan fakta tentang kulit:

Baca Juga: Intip Rumah Sederhana Ibunda Luna Maya di Bali

Kulit merupakan penghalang dinamis antara internal tubuh dengan lingkungan luar.

1. Kulit terus beregenerasi: fakta

Kulit merupakan penghalang dinamis antara internal tubuh dengan lingkungan luar. Sel-sel di epidermis (lapisan luar kulit) yaitu keratinosit terus-menerus membelah untuk menghasilkan pasokan sel. Selain itu, kulit merupakan sumber sel punca yang memiliki kapasitas untuk membelah dan memperbarui diri.

2. Minum dua liter air sehari dapat membuat kulit sehat: mitos

Jumlah air yang diminum tidak secara langsung memengaruhi kulit. Air memang dibutuhkan untuk menjaga hidrasi kulit. Bila jumlah konsumsi air kurang dan terjadi dehidrasi, maka kulit akan tampak kusam dan kurang elastis. Namun tidak ada volume air tetap untuk membuat kulit sehat. Satu hal yang penting adalah memastikan tubuh tidak dehidrasi.

Baca Juga: Jokowi Beri Putri Denada Buah Naga Kuning, Harganya Fantastis!


3. Stres dapat membuat kulit menjadi tidak sehat: fakta

Ada banyak masalah kesehatan yang disebabkan oleh stres, termasuk menyangkut kulit. Dalam penelitian dikatakan stres dapat memperparah beberapa kondisi kulit. Contohnya jika seseorang terserang penyakit autoimun alopecia areata, maka gejala psoriasis, eksim, dan radang kulit merah semakin parah ketika stres menyerang.

4. Makan cokelat dapat menyebabkan jerawat: mitos

Acne vulgaris yaitu jerawat yang umum dapat terjadi hingga usia 30-an dan 40-an. Jerawat terjadi karena interaksi efek hormonal pada kelenjar lemak di kulit dan respons kekebalan kulit terhadap pori-pori serta mikroba yang hidup. Konsumsi makanan tinggi lemak seperti cokelat memang tidak sehat tidak langsung menyebabkan jerawat.

5. Sabun cuci bubuk menyebabkan eksim: mitos

Eksim adalah suatu kondisi di mana kulit menjadi kering, gatal, dan merah. Penyebabnya adalah kombinasi faktor genetik dan efek lingkungan yang menyebabkan peradangan.

Sabun, deterjen, dan bubuk pencuci lainnya dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan kekeringan karena menghilangkan minyak dari kulit. Tapi, pada orang yang kulitnya sensitif sabun cuci bubuk dapat memperparah kondisi eksim yang telah terjadi sebelumnya.

6. Tanda putih pada kuku berarti kekurangan kalsium: mitos

Tanda putih diproduksi dalam matriks kuku, di area bawah kulit dan di tepi atas kuku. Jika matriks mengalami trauma, terbentur atau tergigit, maka terjadi ketidakteraturan pada kuku yang sedang berkembang dan udara dapat menjadi terperangkap. Kondisi inilah yang memicu munculnya tanda putih pada kuku.

Kondisi inilah yang memicu munculnya tanda putih pada kuku.

7. Sinar matahari baik untuk kulit: fakta

Sinar UVB pada matahari digunakan oleh kulit untuk memproduksi vitamin D yang baik bagi tubuh. Selain itu, dermatologis menggunakan panjang gelombang spesifik UVA dan UVB dalam dosis yang dikontrol dengan hati-hati untuk mengurangi peradangan kulit.

Tapi di sisi lain, jika kulit terpapar terlalu banyak sinar UV maka DNA sel-sel kulit akan rusak yang menyebabkan kanker. Oleh karenanya, saat berada di bawah sinar matahari disarankan menggunakan tabir surya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini