nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perempuan Itu Hebat, Maria Harfanti: "Bisa Jadi Penggerak Perubahan!"

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 09 Maret 2019 18:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 09 196 2027865 perempuan-itu-hebat-maria-harfanti-bisa-jadi-penggerak-perubahan-Fmkbi9I6to.jpg Maria Harfanti Serukan Gerakan untuk Perempuan (Foto: Instagram/@Mariaharfanti)

PERKEMBANGAN teknologi yang kian tak terbendungkan, memaksa semua orang untuk beradaptasi dan menyikapinya secara bijak. Namun sayangnya, di saat umat manusia sudah memasuki zaman yang serba modern dan canggih, masalah kesetaraan gender masih menjadi isu utama yang membutuhkan perhatian lebih dari berbagai kalangan, terutama pemerintah.

Padahal, isu kesetaraan gender adalah tujuan kelima dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) yang telah ditentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mengingat Indonesia menjadi salah satu negara yang menganut sistem patriarki, di mana laki-laki ditempatkan sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi dalam peran kepemimpinan politik, otoritas moral, hingga hak sosial, maka diperlukan sebuah gebrakan nyata untuk merubah sistem yang timpang sebelah ini.

 BACA JUGA : Cukur Kumis dan Bulu di Wajah Bebas Luka untuk Wanita, Ini 5 Tipsnya!

Menurut penuturan Miss Indonesia 2015 Maria Harfanti, perubahan ini sebetulnya harus dimulai dari perempuan itu sendiri. Sudah saatnya perempuan Indonesia menunjukkan nilai dan potensi dirinya di hadapan dunia.

“Perempuan zaman now itu harus inovatif, kreatif, dan percaya diri. Sekarang sudah banyak kita lihat pemimpin-pemimpin perempuan yang membuat perubahan tidak biasa atau out of the box. Ini karena kita memiliki kelebihan yang tidak dimiliki kaum laki-laki,” tegas Maria Harfanti, saat ditemui Okezone di bilangan Jakarta Selatan, Sabtu (9/3/2019).

 

Kelebihan tersebut meliputi rasa empati yang tinggi, kemampuan komunikasi yang bagus, serta kecerdasan emosional yang memumpuni. Jika dikaitkan dengan sosok pemimpin, hal tersebut menjadi kelebihan yang dimiliki kaum perempuan dibandingkan para laki-laki.

“Selain itu, perempuan juga sangat menghargai hubungan interpersonal. Contohnya, ketika ketika saya berbicara dengan lawan bicara saya, saya selalu membayangkan apa yang ia rasakan ketika saya berbicara sesuatu. Ketika saya mendengar saya juga tidak judgemental, saya berusaha menyerap dulu apa poin-poin yang ingin ia sampaikan, baru saya bisa ambil keputusan,” jelasnya.

Berbekal tiga elemen penting di atas, Maria Harfanti yakin bahwa perempuan sangat potensial dan sangat bisa menjadi penggerak perubahan.

 BACA JUGA : Lebih Banyak Dampak Negatifnya, Begini Langkah KPPA Tekan Angka Perkawinan Anak

“Ketika kita sudah punya kecerdasan emosinal yang baik dan rasa sensitif yang tinggi, kita tidak hanya sekadar mengambil keputusan, lalu mengeksekusi, tetapi juga memikirkan impaknya. Bagaimana kehadiran kita bisa jadi kebahagiaan untuk orang lain,” tutup Maria Harfanti.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini