nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gadget Sebabkan Tingginya Gangguan Mata pada Anak

Agregasi Koran Sindo, Jurnalis · Sabtu 09 Maret 2019 14:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 09 481 2027771 gadget-sebabkan-tingginya-gangguan-mata-pada-anak-ojz9tXGJEt.jpg Gadget picu tingginya gangguan mata pada anak (Foto: Thedigitalbridges)

Gadget atau gawai kini sudah begitu dekat dengan anak-anak atau bahkan balita. Penggunaan gadget secara berlebihan dalam jangka panjang terbukti mengganggu penglihatan anak-anak.

Dibutuhkan peran aktif para orangtua untuk mengatasinya. Dalam beberapa waktu terakhir, kasus anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan seperti mata minus merebak di berbagai daerah. Di Tangerang Selatan (Tangsel) misalnya saat ini ada ratusan anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun yang mengalami gangguan mata.

Dari jumlah itu sebagian penyebabnya akibat penggunaan gadget yang tidak terkontrol. Di sisi lain penggunaan gadget bagi anak-anak memang tak bisa dielakkan. Untuk menunjang kegiatan belajar, sejumlah sekolah mewajibkan pemakaian gadget seperti handpone dalam mengakses data, materi pelajaran, pelatihan soal, dan sebagainya.

“Pemakaian gadget dan teknologi tidak bisa terbendung. Namun saya mengimbau pemakaian gadget di sekolah diatur dan dikurangi. Di kelas misalnya, handphone tidak diizinkan dan hanya boleh digunakan untuk berkomunikasi dengan orangtua,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Taryono. Bersama Dinas Kesehatan Kota Tangsel, pihaknya belum lama ini menyerahkan bantuan kacamata kepada ratusan siswa yang sudah mengalami gangguan penglihatan seperti minus. Kacamata tersebut donasi dari para pengusaha optik di Tangsel.

Santoso, warga di Kota Purwodadi, Kabupaten Grobogan, kini juga semakin selektif meminjamkan handphone kepada AN, 8, anaknya. Sebab belum lama ini AN diketahui mengalami mata minus karena kecanduan menggunakan handphone. “Saya dan istri sekarang lebih ketat. Paling 15 menit dalam sehari kita pinjami handphone ,” ujar pemilik warung soto di Pasar Purwodadi ini.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Depok dr Su kwanto Gamalyono, MARS mengakui, kasus akibat dampak negatif gadget pada anak cukup banyak. Namun untuk data detail memang belum ada. Pemakaian gadget secara berlebihan jelas dapat menyebabkan lelah mata yang berdampak penglihatan bisa terganggu (minus). Dampak lainnya adalah peradangan mata.

“Saat ini kita sering lihat anak-anak, bahkan balita yang asyik berkutat dengan smartphone . Bahkan balita yang belum bisa membaca pun sudah hafal bagaimana cara mengakses video favoritnya,” katanya.

Banyak kasus anak yang saking asyiknya memainkan gadget sampai lupa waktu dan terus-menerus tanpa jeda. Bahkan beberapa anak memainkan gadget dengan posisi dekat dengan mata. “Kebiasaan menatap layar ponsel ternyata punya andil dalam masalah mata, terutama pada anak-anak,” ungkap nya.

anak main hp

Menggunakan smartphone dalam kegiatan sehari-hari dan jarak dekat 30-40 cm akan menyebabkan kontraksi otot cilliaris di dalam bola mata atau yang dikenal dengan istilah akomodasi.

Terjadinya akomodasi berlebihan pada mata akan merangsang timbulnya mata minus. Apalagi anak-anak yang masih dalam usia tumbuh kembang. Kelelahan mata atau asthenopia memiliki keluhan serupa dengan orang dewasa. Bedanya anak-anak sering tidak memahami rasa lelah di mata yang mereka rasakan.

“Jika mata anak sudah berair, tampak lebih merah, sering dikucek, berkedip, atau anak mengeluh pusing, bisa jadi si kecil mengalami kelelahan mata,” jelasnya.

anak main

Menggunakan gadget juga dapat menyebabkan sinar biru yang dihasilkan masuk ke dalam bola mata baik retina maupun bagian lainnya. Oleh karenanya ada baiknya anak-anak dikurangi menggunakan gadget agar retina dan bagian dalam mata tidak terganggu fungsinya. Bahkan jika memang belum saatnya anak memegang gadget, ada baiknya jangan pernah diperkenalkan.

“Selain merusak mata, juga berdampak pada daya kognitif si anak. Dia jadi asyik dengan gadget dan kurang interaksi sosialnya,” ungkapnya. Dia menyarankan, jika memang terpaksa anak memegang gadget, waktu idealnya adalah memberikan jeda 10-15 menit dalam satu jam. Ini bertujuan mencegah matanya lelah akibat akomodasi otot mata yang terpapar.

Dia mengingatkan agar orangtua lebih berperan aktif dalam memberikan penggunaan gadget pada anak. Karena selain dampak yang ditimbulkan jangka pendek, ada juga dampak jangka panjangnya.

Hal yang mungkin kurang disadari, yaitu soal sulitnya anak berkonsentrasi. Ini menurut dia bisa jadi ada pengaruh dari penggunaan gadget berlebihan. Karena mata anak menjadi lelah dan penglihatan menj adi buram, anak akan sering mengeluh pusing saat harus melihat jauh.

“Dampaknya anak jadi sulit konsentrasi. Jadi orangtua harus mengawasi penggunaan gadget pada anak agar kesehatan mata anak-anak dapat terjaga dengan baik,” jelasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini