nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Mata Minus, Ini Bahaya jika Anak Kecanduan Main Gadget

Agregasi Koran Sindo, Jurnalis · Sabtu 09 Maret 2019 15:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 09 481 2027775 selain-mata-minus-ini-bahaya-jika-anak-kecanduan-main-gadget-Gv9SGK9BRt.jpg Anak main gadget (Foto: New York Strait Times)

Sebuah kajian yang di publikasi di jurnal PLOS One me nyebutkan, anak-anak sekolah yang menghabiskan waktu selama lebih dari tujuh jam dalam satu pekan menggunakan ponsel atau komputer juga berisiko mengalami rabun jauh. Tren penderita rabun jauh pun meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai solusinya, orangtua diminta mengatur waktu bagi anak-anak bermain gawai.

“Masalahnya bukan hanya pada gawai saja yang merusak kesehatan mata, tetapi anak-anak juga tidak bermain di luar ruangan dan terkena terpaan sinar matahari,” kata Chris to - pher Starr, pakar kesehatan mata dari Weill Cornell Medical Center di New York City, seperti dilansir CBS News.

Starr mengungkapkan, bermain di luar melindungi kesehatan mata anak-anak, karena itu memicu zat kimia dopamine yang menjadikan mata lebih sehat. “Mata akan semakin ba - nyak bergerak dan melihat jauh dan dekat karena beraktivitas di luar,” ujarnya. Banyak penelitian lain mengungkapkan rata-rata anak-anak berusia dua hingga delapan tahun menghabiskan waktu tiga jam di depan layar ponsel atau tablet.

anak main gadget

Bukan hanya kesehatan mata, anak-anak yang terlalu sibuk dengan gawainya juga bisa mengalami disleksia. Anak-anak menjadi kurang memiliki empati dan tidak peka terhadap faktor sosial di sekitarnya.

Hal senada diungkapkan pakar kesehatan mata dari Sydney, Australia, Jim Kokkinakis. Dia mengungkapkan, anak-anak yang sering menggunakan gawai berisiko mengalami kekeringan mata akibat sinar biru dari ponsel.

“Banyak anakanak mengalami ketegangan mata karena terlalu lama di depan layar,” ujarnya seperti dilansir The Daily Telegraph. Dia menjelaskan tidak ada perlindungan terhadap sinar biru dari gawai. “Solusinya adalah mengurangi penggunaan ponsel,” jelasnya.

Dokter spesialis mata RS Mata Aini dr Prima Retnosuri, SpM menilai, jika gadget digunakan secara terus-menerus, apalagi sebelum tidur, anak akan kelelahan dan membuat mereka sulit tidur serta sulit bersosialisasi. Penggunaan gawai ini juga akan memberikan efek kelelahan pada mata, mata akan jadi kering, serta kelainan refraksi seperti mata minus.

gadget

Sinar yang berada di gadget dapat merusak mata anak. Ini karena biasanya anak bertatapan dengan sinar dari ponsel terlalu dekat dan anak sering bermain alat canggih itu. Kerusakan bisa dimulai dengan menggunakan kacamata minus di usia dini. Dikutip dari Inquirer, “terpaan gadget yang dalam waktu panjang, misalnya penggunaan sepanjang hari, dapat menyebabkan mata sakit atau mata lelah, mata kering, pusing, sakit kepala, serta nyeri di leher, dan penglihatan kabur,” beber Dr Aileen J Azarcon, spesialis mata dan technical manager di Owndays Phils.

dr Prima menyarankan agar anak usia 0-2 tahun sama sekali tidak diberi gadget Sementara anak usia 3-5 tahun maksimal 1 jam sehari. Aturan berbeda boleh diterapkan pada anak usia 6-12 tahun, yaitu dengan maksimal penggunaan gawai selama 2 jam. Adapun anak usia 13- 18 tahun, sebaiknya berikan gawai dengan maksimal pemakaian 3 jam sehari.

Jangan lupa juga untuk mengatur jarak antara gawai dan mata. Menurut dr Prima, sebaiknya meletakkan gadget lebih rendah dari ketinggian mata sehingga mata pun akan jadi lebih nyaman. Pencahayaan ruangan juga berpengaruh, hindari bermain gadget di tempat gelap serta aturlah level pencahayaan layar. Dia menyarankan agar anak lebih sering bermain di luar ruangan karena sinar matahari pagi bagus untuk mata.

Satu hal yang mungkin sudah sering ditinggalkan anak-anak di zaman milenial ini. Tak lupa dr Prima juga mengingatkan untuk mulai cek kesehatan mata di usia tiga tahun. Memang gadget acap kali dimanfaatkan sebagai media pengalih perhatian yang menyenangkan bagi anak. Lewat gadget mereka bisa bermain sekalian belajar. Namun selain mengganggu kesehatan mata, alat ini juga memberikan efek bagi perkembangan anak. Di antaranya speech delay atau keterlambatan bicara.

“Penggunaan gadget pada anak 0-6 tahun meningkatkan risiko speech delay serta bisa merusak konsentrasi belajar dan menyebabkan obesitas,” ungkap dr Prima.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini