nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rayakan Hari Perempuan Sedunia, Perempuan Ini Pawai Sambil Telanjang Bulat

Rahma Yulita, Jurnalis · Minggu 10 Maret 2019 12:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 10 196 2028008 rayakan-hari-perempuan-sedunia-perempuan-ini-pawai-sambil-telanjang-bulat-yhJZQQSR08.jpg Hari Perempuan Sedunia (Foto: Dailystar)

Hari perempuan sedunia yang jatuh pada tanggal 8 Maret kemarin telah membawa banyak sekali suara perempuan di seluruh dunia. Perempuan berbondong-bondong berbaris dan menyuarakan aspirasi mereka di depan publik.

Seperti halnya yang terjadi di Brasil dan juga Chili. Para perempuan ini berbaris di bawah slogan “Balance For Better” dengan tidak menggunakan pakaian mereka alias telanjang! Mereka melakukan hal ini untuk menyerukan dunia dengan keseimbangan gender yang adil.

Baca juga :

Perayaan Hari Perempuan Sedunia ini disponsori oleh PBB sejak 1975. Alasan diadakannya hari ini adalah untuk merayakan pencapaian perempuan dan sekaligus memajukan hak-hak mereka. Seperti yang dilansir dari Dailystar, Minggu (10/3/2019).

Banyak foto muncul dari Amerika Latin yaitu Rio de Janeiro di Brasil dan Santiago di Chili. Di Rio, ribuan perempuan turun ke jalan pada Jumat malam, untuk menyerukan kesetaraan gender dan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.

Para demonstran yang turun ke jalan ingat pembunuhan yang terjadi hampir setahun yang lalu, dimana pembunuhan itu terjadi terhadap anggota dewan kota dan aktivis hak-hak sipil Marielle Franco. Ini merupakan kejadian yang sampai sekarang masih dalam penyelidikan, dan belum mengarah pada penangkapan apapun.

Menurut Forum Publik Brasil, Brasil adalah salah satu dari lima negara dengan jumlah wanita yang paling banyak terbunuh di dunia. Ratusan perempuan terluka setiap jamnya di negara itu, sebagian besar dikarenakan oleh laki-laki yang memiliki hubungan dengan mereka.

“Pembunuhan terhadap perempuan tengah melonjak di negara yang pada tahun 2018 memiliki salah satu jumlah terbanyak feminisida di dunia, dengan 70% dari perempuan yang terbunuh adalah perempuan berkulit hitam.”, kata Instituto Patricia Galvão, sebuah organisasi hak-hak wanita.

“Sudah pada 2019, 126 feminisida telah terjadi.”, tambahnya.

Di Santiago, perempuan menggunakan kesempatan itu untuk menyoroti isu kekerasan yang sedang berlangsung terhadap gender mereka. Mereka mewarnai tubuh mereka dengan slogan di dada mereka, dan ikut serta dalam pemogokan. Beberapa memegang tanda, sementara yang lain melukis payudara mereka dengan cat tubuh dalam pola bunga saat mereka berbaris di jalan-jalan.

Peserta Javiera Salinas mengatakan kepada media lokal: “Tubuh wanita selalu dilecehkan dan diperlakukan seperti benda. Idenya adalah menggunakan tubuh kita sebagai kanvas untuk meminta dukungan untuk pemogokan pada 8 Maret. Untuk mengingatkan orang bahwa itu bukan untuk penggunaan umum, dan kita dapat menggunakannya sesuka kita.”

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini