nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tari Janger Bali Harumkan Nama Indonesia di Eropa

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 12 Maret 2019 17:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 12 612 2028986 tari-janger-bali-harumkan-nama-indonesia-di-eropa-TSu1yayCEj.jpg

INDONESIA terkenal dengan kekayaan budaya serta beragam jenis tarian dari berbagai daerah. Tentunya setiap tarian mencerminankan kebudayaan suatu daerah serta memiliki makna menarik yang tersirat di dalamnya. Kebudayaan inilah yang dimanfaatkan masyarakat Indonesia untuk berkompetisi di luar negeri. 

Salah satu tarian asal Indonesia yang sangat populer adalah Tari Janger dari Bali. Diciptakan pada tahun 1930-an, Janger adalah tari pergaulan muda mudi Bali. Tarian ini dibawakan oleh 10 hingga 16 penari yang berpasangan, yaitu kelompok putri (janger) dan putra (kecak). Mereka menari sambil menyanyikan Lagu Janger secara bersahut-sahutan. Gerakan Janger sederhana namun ceria dan bersemangat. 

Melansir dari berbagai sumber, Tari Janger diperkirakan sudah ada sejak 1920. Awalnya nyanyian ini dilantunkan oleh orang yang sedang memetik kopi. Mereka bersahut-sahutan sebagai alat penghibur diri sekaligus penghilang rasa lelah. 

Pada zaman modern, para peserta akan bernyanyi dan menari sambil bersahut-sahutan sambil mengucapkan syair tentang kisah anak muda. Tari Janger sendiri diawali dengan permainan gamelan sebagai pembukanya sebelum diisi dengan gerakan-gerakan tari klasik Bali. 

Terbukti dengan segala keunikan yang dimilikinya, Tari Janger yang dibawakan Tim Kesenian Sekolah Menengah Atas (SMAN) 28 Jakarta berhasil mengalahkan 75 peserta dari 15 negara yang ikut serta dalam event International Folklore Festival in Amsterdam 2019, di antaranya Amerika Serikat, Jerman, Israel, Malaysia, Russia, Romania, Croatia, France, Serbia, Greece, Bulgaria, Lithuania, Turkey, Macedonia dan Georgia. Acara tahunan ini diselenggarakan oleh European Association of Folklore Festivals (EAFF) yang berlangsung pada 7-10 Maret 2019 di Podium Mozaiek, Amsterdam Belanda. 

Ketua Folklore SMAN 28, Dinda Mauritsa Dina Hag, mengaku sangat gembira bisa menjadi bagian dari misi budaya untuk mengharumkan nama bangsa dan negara. "Senang sekali bisa menjadi yang terbaik. Piala, tropi dan piagam saya persembahkan untuk Indonesia. Kedepan semoga bisa lebih baik lagi," tutur Dinda.

 

Tari Janger Bali ditampilkan karena mengandung pesan tentang pemuda pemudi yang bersemangat dan ceria untuk membangun negara. Diharapkan keberhasilan ini akan mendorong generasi muda Indonesia mencintai dan melestarikan Budaya nasional. 

Baca Juga : Dijuluki Dewi Barbeku, Pramusaji Ini Kelewatan Banget Seksinya

Sebelumnya SMAN 28 Jakarta meraih Grand Prix dalam Sea Sun Festival, Lloret De Mar, Spanyol (2016) dengan tarian sancang Gugat dari Jawa Barat, Meraih Grand Prix dalam World cup of Folklore, Bulgaria (2017) dengan tarian Enggang Babalian dari Kalimantan dan Meraih Medali silver dalam Sea Sun Festival, Lloret De Mar Spanyol (2016) dengan tarian Arronawa dari Papua.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini