nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Strategi Tambrauw Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Papua Barat

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Rabu 13 Maret 2019 21:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 13 406 2029645 strategi-tambrauw-jadi-destinasi-wisata-unggulan-di-papua-barat-vfPAwExbCU.JPG Sekelompok warga Distrik Kebar melakukan Tari Serar (Foto: Utami Riyani/Okezone)

Keindahan alam di Kabupaten Tambrauw masih memerlukan strategi promosi untuk dapat dikenal banyak orang. Kabupaten yang 80 persennya merupakan kawasan konservasi ini memiliki beragam jenis wisata yang ditawarkan, termasuk wisata sejarah, alam, dan bahari.

Bupati Tambrauw, Gabriel Asem mengatakan, pariwisata adalah kunci utama untuk memperkenalkan Tambrauw ke khalayak luas. Telah berdiri 10 tahun, Tambrauw kini pelan-pelan mulai mengembangkan pariwisata.

 

"Jurus paling baik kita perkenalkan Tambrauw melaui pariwisata. Kami punya Pulau Dua dan peninggalan Perang Dunia II. Ada pula air terjun, pemantauan burung cenderawasih, dan padang savana yang belum dikenal secara luas," ujar Gabriel Asem saat menyambut rombongan Press Tour Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata di Sausapor, Tambrauw, Papua Barat belum lama ini.

 Baca Juga: Penasaran Mobil Pengantin Mewah Syahrini-Reino Barack? Ini Bocoran Harganya!

Press tour ini merupakan salah satu strategi Kementerian Pariwisata untuk memperkenalkan Tambrauw melalui media nasional. Digelar pada 4-7 Maret 2019, rombongan mengambil rute dari Manokwari - Kebar - Miyah - Sausapor - Sorong.

 

Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti mengungkapkan alasan Tambrauw dipilih sebagau destinasi press tour pertama tahun ini.

"Alasan kami langsung memilih Tambrauw sebagai destinasi pertama karena saya kagum dengan komitmen bupatinya untuk memajukan pariwisata Tambrauw," ungkap Guntur.

Ia juga menjelaskan bahwa sebagian besar pendukung kemajuan sektor pariwisata adalah komitmen kepala daerahnya. Guntur Sakti mengatakan kekagumannya pada 680 kilometer jalan di Kabupaten Tambrauw yang dibangun menggunakan dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

 

Menanggapi hal tersebut, Gabriel Asem mengatakan pembangunan infrastruktur dan aksesibilitas menjadi prioritas saat ini untuk memperlancar wisatawan menuju ke destinasi wisata.

"Saat ini bandara di Sausapor sudah siap dengan jalan akses menuju bandara selebar 50 meter. Ke depannya, kita akan aspal jalan menuju bandara, lalu menuju Kabupaten pusat pemerintahan yang baru di Fef," jelas Gabriel.

 Baca Juga: Melihat Buick 1910 Tonneau, Salah Satu Mobil Tertua di Dunia

Untuk menuju Tambrauw, ada dua pintu masuk yang bisa dipilih yaitu Manokwari dan Sorong. Setelah tiba di Bandara Manokwari atau Sorong, perjalanan bisa dilanjutkan via darat atau udara.

 

Selama tujuh tahun efektif memimpin Tambrauw, Gabriel mengatakan persiapan untuk mengembangkan pariwisata dilakukan. Mulai dari insfrastruktur, jalan, listrik, jembatan, telekomunikasi, hingga pembangunan cottage. Tahun ini, Tambrauw mulai mengundang investor seperti Papua Diving dan Gajah Tunggal Group untuk berinvestasi.

Sarana telekomunikasi dan internet di Tambrauw diakui Guntur Sakti sangat diperlukan untuk menjadikan Tambrauw sebagai destinasi wisata unggulan yang online, dapat eksis dan viral di media sosial.

"Konektivitas diperlukan agar destinasi tidak offline. Masa depan Tambrauw sebagai destinasi pariwisata, salah satunya dengan terbukanya destinasi Tambrauw di dunia maya," tandas Guntur.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini