nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Dampak Konsumsi Protein Berlebihan, Salah Satunya Kentut Bau Busuk!

Agregasi Solopos, Jurnalis · Rabu 13 Maret 2019 11:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 13 481 2029279 5-dampak-konsumsi-protein-berlebihan-salah-satunya-kentut-bau-busuk-mr7Y2Y3JQx.jpg Ilustrasi (Foto: Vixendaily)

Diet rendah karbohidrat sangat populer beberapa tahun belakangan. Pola diet ini mewajibkan pelakunya memperbanyak asupan protein demi mengurangi berat badan. Sayangnya, jumlah protein yang berlebihan menimbulkan efek berbahaya, mulai dari bau mulut, sembelit, diare, dehidrasi, kerusakan ginjal, hingga sakit jantung.

Protein memang sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan. Umumnya, wanita membutuhkan 56-59 gram protein setiap hari. Sementara pria butuh protein sebanyak 62-66 gram per hari. Jika lebih dari itu, maka protein di dalam tubuh tidak akan dicerna dengan baik. Protein justru akan dianggap sebagai zat tidak penting yang harus dibuang agar tidak mengganggu kinerja organ tubuh.

Sebenarnya, tubuh memberikan tanda khusus saat kelebihan protein. Mau tahu apa saja tanda tubuh yang kelebihan protein? Simak ulasan yang dihimpun dari Boldksy, Rabu (13/3/2019), berikut:

Sembelit

Protein sulit dicerna sehingga menyebabkan masalah usus, seperti sembelit dan kembung. Jadi, makan protein saja justru membahayakan saluran pencernaan. Jika ingin sehat, imbangi konsumsi protein dengan serat.

sakit perut

Dehidrasi

Tubuh membutuhkan banyak air untuk memecah protein. Ginjal yang bertugas memecah protein akan menarik cadangan air dalam tubuh. Artinya, konsumsi protein berlebih membuat tubuh kekurangan cairan.

Kentut berbau busuk

Kentut yang berbau sangat busuk bisa saja terjadi akibat konsumsi protein berlebihan. Hal ini terjadi karena saluran pencernaan mengalami masalah akibat konsumsi makanan berprotein dalam jumlah berlebih.

Bau napas tak sedap

Makanan berprotein tinggi memang ampuh menurunkan berat badan. Namun, sejumlah hasil penelitian menyebut, makanan berprotein tinggi menyebabkan bau napas tak sedap yang tidak bisa diatasi hanya dengan menggosok gigi. Jika tidak ingin bermasalah dengan bau napas, perbanyaklah konsumsi air putih, kunyah permen karet mint, serta gosok gigi sampai bersih setelah mengonsumsi makanan berprotein tinggi.

bau mulut

Lesu

Makanan tinggi protein memang membuat perut kenyang lebih lama dibanding karbohidrat. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, berat badan justru bakal meningkat. Kelebihan protein meningkatkan kadar hormon kortisol yang membuat tubuh mudah lelah.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini