nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Catat, Pola Hidup Seperti Ini Sebabkan Gagal Ginjal

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 13 Maret 2019 15:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 13 481 2029409 catat-pola-hidup-seperti-ini-sebabkan-gagal-ginjal-GlxxeXf6Mu.jpg Ilustrasi (Foto: Ndtv)

GAGAL ginjal masih menempati urutan tertinggi dalam daftar penyakit tidak menular berbahaya yang paling sering dialami masyarakat Indonesia. Banyaknya jumlah pasien yang membeludak terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit mematikan ini.

Tercatat ada empat jenis penyakit tidak menular berbahaya yang paling sering dialami masyarakat Indonesia, di antaranya adalah: cardioserebravaskular (jantung, stroke, hipertensi), diabetes mellitus, kanker dan gagal ginjal.

Sebagaimana diketahui ginjal merupakan komponen yang sangat berguna bagi tubuh manusia. Mereka bisa menyaring sekira 120-150 liter darah dan menghasilkan 1-2 liter air seni. Manusia sendiri memiliki dua buah ginjal, setiap ginjalnya tersusun dari satu juta unit penyaring yang disebut nefron.

 Baca Juga: Masak Telur Omlet di Bekas Botol Plastik Jadi Viral, Netizen: Langsung Auto Kanker!

Ketua Umum PERNEFRI, dr. Aida Lydia, PhD, Sp.PD-KGH mengatakan gagal ginjal ini sebagian besar disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Selain itu ketidaktahuan masyarakat akan penyakit ini turut membuat gagal ginjal menempati posisi nomor dua sebagai penyakit mematikan di dunia.

“Merokok, obesitas, darah tinggi, gula tinggi, alkohol, kurang aktivitas fisik serta pola makan tidak sehat menjadi penyebab utama seseorang mengalami gangguan fungsi ginjal,” terang dr. Aida, saat diwawancarai Okezone dalam hari Penyakit Ginjal Sedunia, Selasa (13/3/2019).

 Baca Juga: Simpan Spageti Berhari-Hari, Pria Ini Tewas Kena Bakteri Bacillus Cereus

Dokter Aida pun mengimbau para masyarakat untuk secara rutin memeriksakan dirinya ke dokter. Pasalnya penderita penyakit ginjal tidak akan merasakan hal apapun hingga fungsi ginjalnya menurun sebanyak 90 persen. Dan jika hal ini terjadi, maka seseorang sudah mengalami stadium kronik.

“Penyakit ginjal tidak memiliki gejala sehingga sering terlambat terdeteksi. Baru ketahuan jika stadiumnya sudah lanjut. Cara ngeceknya adalah dari riwayat keluarga. Kalau sudah bgini lebih baik periksa urin untuk mendapat informasi. Periksa kadar gula darah kreatinin, semuanya bisa di puskesmas,” tandasnya.

(tam)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini