nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terbuat dari Tepung Singkong, Kantong Kresek Ini Bisa Dikonsumsi

Amanda Rahmadianti Syafira, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 14:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 14 298 2029925 terbuat-dari-tepung-singkong-kantong-kresek-ini-bisa-dikonsumsi-GyPOR6Onhr.jpg Kantong kresek yang bisa dikonsumsi (Foto:Healthnutnews)

KEINDAHAN pulau di seluruh dunia mulai memudar. Ini dikarenakan jutaan botol plastik, kantong plastik, topi, tas dan lain-lain berserakan di seluruh pantai dan mengotori pantai. Polusi plastik sekarang ini mulai mengancam dan melenyapkan keindahan ini. Salah satunya terjadi di pulau Bali.

Polusi plastik mulai membuat surga ini hilang, dirusak oleh sampah-sampah yang berserakan di pantai, sehingga terlihat seperti tempat pembuangan sampah yang luas.

Negara China yang membuang lebih banyak plastik di lautan daripada Indonesia, sebagian besar plastik tersebut hanyut ke pantai yang ada di Bali.

Krisis ini menginspirasi peselancar dan pengusaha lokal Kevin Kumala untuk menemukan solusi baru.

"Saya bersama seorang teman duduk di luar sebuah bar dan kami melihat ratusan pengendara motor mengenakan jas hujan ponco vinyl," kenangnya. "Mengetahui bahwa ponco beracun ini akan digunakan beberapa kali dan kemudian dibuang, tetapi ponco ini tidak akan membusuk," imbuhnya.

Lulusan biologi ini memutuskan untuk membuat plastik yang lebih baik dan ramah lingkungan, sehingga dapat mengurai dan tidak meninggalkan jejak. Salah satu produknya tentu saja kantok plastik atau kantong kresek yang umum digunakan masyarakat kita.

Kumala dan teman sekolahnya mempelajari bidang bioplastik, dan mengambil inspirasi dari bahan-bahan baru yang berbasis jagung dan kedelai. Mereka menyusun resep mereka sendiri menggunakan tepung singkong, minyak sayur, dan resin organik.

Baca Juga:

5 TKI Cantik Ini Bikin Pria Nyesel Gak Buru-Buru Nikahin

Terlihat Modis, Kate Middleton Pakai Baju Terbalik?

Plastik ini akan rusak selama beberapa bulan di darat atau di laut, atau langsung dalam air panas. Kumala mengklaim bioplastik itu tidak beracun, yang dia tunjukkan dengan melarutkan dan meminumnya.

Meminumnya membuktikan bahwa bioplastik tidak akan berbahaya bagi hewan laut. Maka, Kumala akhirnya meluncurkan Avani Eco dan membuat ponco plastik dari singkong. Faktanya, pabrik Avani memiliki kemampuan untuk memproduksi plastik lima kali lebih banyak dari pabrik plastik lainnya.

Avani ingin bahan singkong dilihat sebagai bahan yang dapat bersaing tetapi sulit karena plastik yang mereka buat jauh lebih mahal daripada plastik biasanya; Kumala memperkirakan kantong kresek Avani sekitar dua kali lipat dari harga harga plastik biasa.

Tapi, setidaknya Avani terbantu dengan adanya Kampanye "Bye Bye Plastic Bags," yang dipimpin oleh dua gadis remaja yang karismatik dari pulau itu. Mereka telah meningkatkan kesadaran publik dan bahkan mampu memaksa pemerintah. Agar industri baru ini bertahan, diperlukan dukungan dari pemerintah.

Kumala mengatakan, “Gagasan mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang selalu diinformasikan, tetapi penting untuk melengkapi ini dengan gagasan 'ganti’. Kami percaya pemerintah perlu mendukung gagasan penggantian plastik. "

(ndr)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini