nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rossa Jatuh Sakit, Ini Bahayanya Diet Terlalu Ekstrem

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 15:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 14 481 2029955 rossa-jatuh-sakit-ini-bahayanya-diet-terlalu-ekstrem-2kxjf0GmPU.jpg Rossa (Foto: itsrossa910/Instagram)

Penyanyi Rossa tengah terbaring lemah di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura. Dirinya didiagnosis terkena penyakit lambung. Hal ini dikarenakan ia tengah menjalani diet namun di sisi lain memiliki maag. Belum lagi dengan aktivitas yang padat.

Merujuk pada peristiwa yang dialami Rossa, ternyata diet memang bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Hal itu diungkapkan oleh dokter spesialis gizi klinis, dr. David Fadjar Putra, M.S, Sp.GK saat ditemui dalam sebuah acara, Kamis (14/3/2019).

"Orang yang dietnya enggak bener bisa sampai jatuh sakit. Sekarang 'kan banyak tips-tips diet yang tidak dibuat oleh dokter, itu enggak semuanya bisa dilakukan, terlebih kalau terlalu ekstrim. Bahkan dalam kasus yang fatal bisa menyebabkan kematian," ujar dr David.

 Baca Juga: 5 TKI Cantik Ini Bikin Pria Nyesel Gak Buru-Buru Nikahin

Dirinya menegaskan diet yang terlalu ekstrem dapat merugikan pelaku diet. Seharusnya diet itu tidak menyebabkan sakit apabila dilakukan dengan benar. Oleh karenanya, bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan secara sehat dengan diet perlu berkonsultasi dengan dokter.

Sementara itu, melansir Livestrong, inilah hal-hal yang bisa terjadi akibat diet terlalu ekstrem:

Kelelahan dan perubahan suasana hati

Gejala pertama yang mungkin dialami oleh pelaku diet ekstrem adalah kurangnya energi dan perubahan suasana hati. Banyak yang mengira semakin sedikit porsi makanan yang dikonsumsi maka akan semakin cepat berat badan turun. Padahal, saat jumlah kalori yang dikonsumsi lebih sedikit, tubuh akan memiliki sedikit energi. Tingkat gula darah juga biasanya akan turun sehingga dapat menyebabkan kelelahan, lekas marah, dan bahkan mengidam makanan.

 Baca Juga: 7 Tanda jika Urine Berbau Tak Sedap, Nomor 7 Paling Gawat!

Metabolisme melambat

Ketika tubuh mengalami defisit kalori dan tingkat energi turun, maka metabolisme secara alami akan melambat untuk menghemat energi. Kondisi ini memang seakan menurunkan berat badan. Tapi sebenarnya yang hilang bukanlah lemak melainkan massa otot. Akibatnya tubuh tetap menyimpan lemak dan otot menghilang.

 

Perubahan pencernaan dan batu empedu

Pencernaan yang tepat membutuhkan serat dan air yang cukup. Semuanya itu diperoleh dari berbagai makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Ketika seseorang membatasi kalori dan tidak mengonsumsi kelompok makanan tersebut, maka dapat menyebabkan pencernaan menjadi lambat, sembelit, dan bahkan kembung. Selain itu, fungsi kandung empedu juga dapat terpengaruh. Akibatnya dapat menyebabkan pembentukan batu empedu.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini