nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perjuangan Naufal Berusaha Turunkan Bobotnya yang Mencapai 238 kg

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 19:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 14 481 2030089 perjuangan-naufal-berusaha-turunkan-bobotnya-yang-mencapai-238-kg-877NiZqtFG.jpg Naufal (Foto: Tiara Putri/Okezone)

Prevalensi obesitas di Indonesia terbilang cukup tinggi. Berdasarkan data Riskesdas 2018, sebanyak 21,8 persen penduduk di atas usia 18 tahun mengalami obesitas. Bahkan beberapa waktu lalu kasus obesitas sempat menggemparkan masyarakat.

Sebut saja seorang bocah bernama Arya Permana yang memiliki bobot tubuh mencapai 192 kg. Kemudian ada Titi Wati yang memiliki berat badan 220 kg. Tapi ternyata, masih ada yang lebih berat lagi yaitu Mohammad Naufal Abdillah. Ditemui Okezone dalam acara konferensi pers "Bariatrik, Komitmen untuk Hidup Sehat Sepanjang Usia" yang digelar oleh Rumah Sakit Pondok Indah Group, dirinya diketahui sempat memiliki bobot tubuh 238 kg.

"Dari kecil itu saya termasuk orang yang mudah naik berat badan. Waktu bayi setiap bulan pasti saya naik 1 kg, kalaupun sakit tetap naik 0,5 kg. Ketika umur 12 tahun, berat saya sudah mencapai 110 kg," ujar pria yang akrab disapa Naufal itu, Kamis (14/3/2019).

 Baca Juga: Obati Obesitas dengan Operasi Bariatrik, Apakah Itu?

Meski demikian, Naufal sebenarnya tergolong anak yang aktif. Dia kerap melakukan olahraga futsal dan berenang. Namun seiring berjalannya waktu, berat badannya terus bertambah dan membuat ia tidak bisa lagi melakukan aktivitas fisik secara optimal.

"Saya jadi mudah capek, sendi-sendi sakit. Mencoba diet, tapi hasilnya yo-yo. Jadi 3 bulan diet, turun, naik lagi, diet lagi, turun lagi, dan begitu terus sampai puncaknya ada di 239 kg. Dari situ saya memutuskan untuk melakukan tindakan," tutur Naufal.

Dirinya kemudian mencoba berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik RS Pondok Indah, dr. David Fadjar Putra S. S, Sp. GK untuk mendapatkan pola diet yang tepat. Oleh dokter tersebut, Naufal disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah konsultan bedah disgetif, Dr. dr. Peter Ian Limas, Sp. B-KBD. Setelah bertemu, ia ditawarkan untuk menjalani operasi bariatrik guna menurunkan berat badannya.

 Baca Juga: Lakukan Cara Ini agar Udara di Rumah Lebih Jernih dan Bebas Polusi

"Tindakan bariatrik yang kami lakukan ke Naufal adalah sleeve gastrectomy karena ada kemungkinan dia membutuhkan penanganan lebih lanjut yaitu tindakan kedua. Tapi kalau dia bisa konsisten menurunkan berat badannya dan mencapai ideal, mungkin tidak perlu. Sebab tindakan ini sebenarnya bukan peluru emas untuk menyelesaikan masalah obesitas, pasien harus bekerja sama dengan dokter," terang dr Peter saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

Setelah tindakan bariatrik dilakukan awal Desember 2018, kini berat badan pria berusia 23 tahun itu sudah berkurang sebanyak 36 kg. Ke depannya Naufal masih berusaha untuk terus menjalani diet demi mendapatkan berat badan ideal.

"Habis operasi makan memang jadi lebih sedikit karena sulit masuk. Saya sudah tidak bisa lagi makan ayam jadi diganti sama ikan. Terus kalau lapar saya siasati dengan minum banyak dan makan buah. Sekarang sudah mendingan, baju banyak longgar dan jalan lebih ringan," pungkas Naufal.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini