nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ciptakan Cokelat Alami, Pabrik Ini Giling Pakai Sepeda

Dito Bagus Wibowo, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 11:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 15 298 2030300 ciptakan-cokelat-alami-pabrik-ini-giling-pakai-sepeda-hWhlFI7vHi.jpg Ilustrasi Cokelat. (Foto: Okezone)

COKELAT memang makanan yang banyak dicari, selain karena menyenangkan untuk dimakan cokelat memang memiliki banyak manfaat. Salah satu manfaat cokelat adalah meningkatkan mood kala kita tengah stres, tapi hati-hati jangan terlalu banyak mengonsumsi, malah membuat obesitas.

Tapi, menemukan cokelat alami yang tidak ditambah dengan pengawet dan bahan lainnya mungkin akan sulit. Bahkan, di Pantai Gading sebagai negara penghasil kakao terbesar di dunia itu cukup sulit untuk mencari cokelat alami.

Salah satu pabrik penghasil cokelat alami adalah Mon Choco. Bahkan, pabrik cokelat tersebut tidak menggunakan mesin, untuk menggiling bijinya, melainkan dengan sepeda.

Baca Juga: Kisah Anissa, TKI asal Lampung yang Temukan Kebahagiaan Sejatinya di Taiwan

Dalam pabrik tersebut, biji-biji kakao yang bagus disortir, kemudian dimasukkan ke dalam corong dan diproses menjadi bentuk pasta dengan penggilingan yang dijalankan dengan mengayuh sepeda.

Mroueh, pengawas pabrik tersebut mengatakan seluruh proses mulai dari pemilihan biji hingga diolah menjadi permen cokelat adalah produk organik dan ramah lingkungan.

"Kami benar-benar ingin memiliki dampak yang baik terhadap lingkungan dengan menggunakan listrik sesedikit mungkin," kata Mroueh seperti dilansir dari Reuters.

Cokelat tersebut terdiri dari 70 persen kakao dan 30 persen dari gula merah. "Kami tidak sama sekali menambahkan cocoa butter atau minyak nabati. Ini hanya menggunakan kakao dan gula merah,” Kata Mroueh.

Baca Juga: Foto Syur Bintang Porno Hitomi Tanaka, Foto Nomor 1 Bikin Pria Gak Tahan!

Memang, industri kakao dianggap mengancam lingkungan, karenanya jika Pantai Gading tidak bisa mengimbangi peningkatan permintaan kakao, maka semua tanaman itu akan benar-benar punah pada 2034.

Biji kakao organik memang sulit ditemukan di Pantai Gading, di mana sebagian besar petani menggunakan bahan kimia dan insektisida. Akibatnya untuk memproduksi cokelat organik harganya sangat mahal dan hanya bisa dijual untuk pasar Eropa.

Cokelat batangan Mon Choco dijual seharga sekitar 1.500 franc atau setara Rp37.000. Bagi konsumen lokal Pantai Gading, harga cokelat Mon Choco memang tidak terjangkau. Mon Choco memang hanya memproduksi 5.000 ton biji per tahun, jauh dibandingkan produksi negaranya sebesar 2 juta ton per tahun.

(mrt)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini