nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Napak Tilas Gadis 5 Tahun Bermata Silver Super Langka, Sering Dipanggil Monster!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 12:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 15 481 2030331 napak-tilas-gadis-5-tahun-bermata-silver-super-langka-sering-dipanggil-monster-ijYk6oODjr.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BERBEDA dari anak lainnya kerap menjadi penderitaan tersendiri bagi seseorang. Dikucilkan dan dianggap aneh menjadi makanan sehari-hari. Padahal tindakan semacam ini sangat tidak terpuji.

Bagaimanapun semua manusia sama dan tidak dianjurkan Anda untuk merendahkan orang lain. Bukan hanya membuat si korban terpuruk, tapi efeknya bisa sampai pada masalah depresi berujung bunuh diri.

Tapi, kisah bocah 5 tahun ini perlu ditiru oleh siapa pun. Perbedaan yang dia miliki tidak membuat semangat hidupnya menurun. Dia bahkan tetap mau menjalani kehidupan selagi banyak ketidaksempurnaan dalam dirinya.

Baca Juga: Foto Syur Bintang Porno Hitomi Tanaka, Foto Nomor 1 Bikin Pria Gak Tahan!

Adalah Little Primrose Austin. Di usianya yang masih 5 tahun, dia sudah mendapat banyak cemoohan dari lingkungan sosialnya. Dia dianggap monster dan dijauhi oleh teman sebayanya. Tapi, apa yang dia lakukan? Tetap semangat hidup dan bahagia dengan dirinya sendiri.

Dilansir Okezone dari Mirror, Primrose diketahui anak angkat dari pasangan Chris dan Eryn. Primrose diambil dari panti asuhan di China pada 2016. Saat ingin mengadopsi Primrose, orangtua ini sudah diberitahu kalau bocah perempuan ini berbeda karena punya masalah pada matanya.

Primrose membawa masalah glaukoma bawaan sejak lahir yang tidak diobati. Alhasil ketika diadopsi matanya berkabut dan makin lama makin menutupi seluruh bagian bola matanya. Kondisi ini berpotensi membuat Primrose buta.

Saat dibawa ke Amerika, Primrose langsung mendapat penanganan dokter. Tes mengungkapkan dia memiliki s6p25 deletion syndrome yang menyebabkan komplikasi pada mata, struktur otak yang unik, kurangnya tonus otot, dan masalah lainnya.

Baca Juga: Kisah Anissa, TKI asal Lampung yang Temukan Kebahagiaan Sejatinya di Taiwan

Setelah Primrose terbangun dalam 'krisis' delapan bulan lalu, 11 spesialis bingung apa yang menyebabkan penderitaannya itu. Rasa sakit akibat penyakit itu membuat Primrose sering menangis 16 jam sehari. Pemeriksaan MRI pun mengungkapkan kerusakan pada matanya dan harus diangkat.

Ibunya, Eryn mengatakan, sebelum operasi dilakukan, rasanya seperti hidup dalam mimpi buruk yang konstan. Dokter pun berusaha menghilangkan sumber rasa sakitnya satu per satu dan akhirnya mengatasi sebagian besar penyebab sakitnya tersebut.

"Itu adalah pengalaman yang luar biasa bagi kita semua, tubuhnya berhadapan dengan rasa sakit yang luar biasa dan sistem sarafnya menjadi gila. Dia menyakiti dirinya sendiri dengan tidak makan atau minum, saya harus memasukan cairan ke mulutnya dengan jarum suntik agar dia tetap terhidrasi," papar Eryn.

Eryn menambahkan pengalaman itu adalah keajaiban, dua hari setelah dia berdiri untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, Primrose bisa tersenyum dan telah membuat kemajuan di bidang lain.

“Saya sempat berpikir, keputusan untuk melepaskan mata adalah keputusan yang menyedihkan, tapi di sisi lain, itu adalah 100 persen adalah hal yang benar untuk dilakukan, kami tidak pernah membayangkan dua minggu kemudian Primrose berkembang," katanya.

"Sepertinya dunia baru akan datang dan rasanya benar-benar menyenangkan dan positif, kami pikir kami akan melihat banyak perubahan dalam dirinya," ungkapnya penuh haru.

Kini, Primrose mulai belajar untuk hidup lebih baik dan hidupnya semakin membaik, meskipun anak-anak seusianya kerap memanggilnya monster dan lari ketakutan. "Primrose terlihat cantik meski dengan matanya yang terlihat berbeda," tutur Eryn bangga.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini