nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Karbohidrat Tak Selalu Bikin Gemuk, Ini Faktanya

Agregasi Solopos, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 22:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 15 481 2030630 karbohidrat-tak-selalu-bikin-gemuk-ini-faktanya-LYnjR4KFhT.jpg Tak selamanya karbohidrat dapat memicu kegemukan (Foto: Drohilmaffetone)

KARBOHIDRAT selama ini dianggap sebagai bahan berbahaya yang meningkatkan berat badan. Karbohidrat sering dijadikan musuh bagi pelaku diet. Jadi, kebanyakan pelaku diet bakal memangkas asupan karbohidrat selama menjalani program diet.

Padahal, menurut pakar nutrisi sekaligus personal trainer, Graeme Tomlinson, karbohidrat bukanlah penjahat yang patut dijadikan momok. Dikutip dari Dmarge, konotasi negatif tentang karbohidrat berkembang selama 30 tahun terakhir.

 BACA JUGA : Intip 5 Potret Kedekatan Gisel dan Gempi yang Menggemaskan, Pencitraan?

Makanan seperti piza, pasta roti, dan berbagai jenis kue lainnya memang mengandung karbohidrat. Sejumlah pelaku diet beranggapan makanan itu meningkatkan berat badan karena kandungan karbohidrat yang tinggi. Padahal, jika ditilik lebih detail, makanan itu bukan hanya mengandung kabohidrat saja, tapi juga protein dan lemak.

 

Graeme Tomlinson mengatakan, setiap satu gram lemak mengandung sembilan kalori. Sementara satu gram karbohidrat hanya mengandung empat kalori. Jadi, kenapa harus takut dengan karbohidrat? Pikiran buruk tentang karbohidrat jelas sangat berbahaya. Sebab, hampir semua bahan makanan mengandung karbohidrat.

Kunci mengurangi bobot tubuh bukanlah memangkas karbohidrat. Melainkan menyeimbangkan konsumsi makanan. Mengurangi karbohidrat menyebabkan tubuh kekurangan kalori. Hal ini juga terjadi jika Anda memangkas lemak dan protein.

 BACA JUGA : Menikah di Selandia Baru, Penampilan Femmy Permatasari Dibilang seperti Gadis

Jadi, mulai sekarang hilangkan pikiran buruk tentang karbohidrat. Pada kenyataannya, karbohidrat bukanlah biang kerok dari bobot tubuh yang tak kunjung turun. Penurunan bobot tubuh bakal terjadi jika jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih sedikit dari yang dibakar sebagai energi.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini