nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aktif Ngeseks, Baiknya Ganti Sprei Berapa Kali?

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 23:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 15 485 2030519 aktif-ngeseks-baiknya-ganti-sprei-berapa-kali-VJ8hpMDuXg.png Ganti Sprei Usai Berhubungan Intim (Foto: Timesofindia)

TAHUKAH Anda, disadari atau tidak sebagian besar dari kita menghabiskan sepertiga dari hari kita di tempat tidur. Baik itu tidur, menonton serial menonton di televisi hingga berhubungan seks.

Dengan seringnya kita beraktivitas di tempat tidur, tentunya sedikit banyak mempengaruhi kebersihan dari kain seprei tempat tidur di kamar. Ingatkah kapan terakhir kali kita mencuci seprei tempat tidur di kamar?

Untuk soal mengganti dan mencuci seprei, kaum hawa disebutkan lebih sering mengganti dan mencuci seprei tempat tidur dibandingkan kaum adam. Sementara kebanyakan pria mengganti seprei mereka di rumah, hanya ketika mereka merasa sudah begitu lama tidak menggantinya.

Baca juga :

Soal penggantian seprei secara rutin ini patut diperhatikan secara lebih lagi, khususnya oleh orang-orang yang mempunyai kehidupan seksual aktif. Orang-orang yang memiliki kehidupan seksual begitu aktif, dikatakan memerlukan jadwal binatu seprei yang teratur.

Kebanyakan orang akan mengatakan bahwa setelah berhubungan seks biasanya seprei di kamar akan segera di ganti dengan yang baru. Tetapi menariknya, tidak sedikit juga yang mengakui bahwa mereka mengganti seprei jika hubungan seksual yang dilakukan lebih mengarak bersifat ke one-night stand.

Namun sebenarnya, mana yang lebih dianjurkan? Mengganti seprei ketika usai berhubungan seksual, atau sah-sah saja tetap menggunakan seprei yang lama?

Well, seperti dilansir Timesofindia, Jumat (15/3/2019) beberapa ahli seks mengatakan bahwa berhubungan seks atau tidak, setiap orang pada dasarnya harus rutin mengganti dan mencuci seprei setidaknya sekali seminggu. Hal ini karena tubuh kita memproduksi sel-sel kulit, bau dan cairan di tempat tidur.

Dijelaskan lebih lanjut, dalam beberapa kasus, tidak mencuci seprei setelah dipakai berhubungan seks secara teratur dapat membuat diri rentan terhadap sexually transmitted infection atau STI (infeksi menular seksual). Satu jenis STI seperti trikomoniasis yang sangat menular dan dapat menyebar dengan mudah.

Frekuensi mencuci dan mengganti kain seprei lama dengan kain seprei yang baru ini, frekuensinya harus lebih banyak jika kita adalah tipe orang yang menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini