nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak Perawan Berarti Sudah Berhubungan Seksual? Ini Kata Dokter

Wisnu Kurniawan , Jurnalis · Sabtu 16 Maret 2019 10:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 16 481 2030782 tidak-perawan-berarti-sudah-berhubungan-seksual-ini-kata-dokter-X8R3NMlVZY.jpg Tidak perawan berarti sudah berhubungan seksual (Foto:Ilustrasi)

KEPERAWANAN memiliki arti yang berbeda-beda pada setiap orang. Pada dunia kedokteran, tidak dikenal dengan istilah keperawanan. Tapi pada masyarakat umum, keperawanan sering kali dikaitkan dengan selaput dara.

Wanita yang masih perawan identik dengan selaput dara yang masih utuh atau belum mengalami perobekan. Banyak masyarakat yang percaya, wanita dengan selaput dara robek sudah tidak perawan lagi.

Seperti yang dilansir dari akun youtube dokter24, dr. GM. Silvia. M, Msc , menjelaskan bahwa “keperawanan adalah sudah pernah melakukan hubungan seksual. Jadi bukan hanya masalah selaput dara masih utuh atau tidak.”

Keperawanan seseorang dilihat dari proses penetrasi atau hubungan seksual yang terjadi. Jika sebelumnya ada penetrasi, maka bisa dibilang sudah tidak perawan. Tidak semua wanita saat pertama melakukan hubungan seksual mengalami pendarahan.

 

Ada beberapa aktivitas yang membuat selaput dara robek, seperti olahraga berkuda, bersepeda, masturbasi menggunakan alat bantu seks, penggunaan tampon, dan tindakan medis tertentu.

Secara struktur, selaput dara perempuan sering kali dianggap sebagai selaput yang utuh dan tidak berlubang. Selaput dara terletak di mulut vagina perempuan. Padahal bentuk selaput dara sebenarnya sangat variatif. Oleh sebab itu, untuk melihat adanya selaput dara, bibir vagina atau di dunia medis disebut sebagai vulva harus dibuka dan juga dilakukan pemeriksaan dalam.

Baca Juga:

Ulang Tahun, Lihat Penampilan Liliana Tanoesoedibjo yang Awet Muda

Menikah di Selandia Baru, Penampilan Femmy Permatasari Dibilang seperti Gadis

“Pada umumnya, pemeriksaan keperawanan dilakukan dengan memeriksa keadaan selaput dara. Istilah keperawanan itu sendiri, ada atau tidaknya selaput dara pada liang vagina seorang wanita,” ujar dr. Dyah Novita Anggraini.

Saat masih bayi selaput dara cenderung kaku dan juga keras. seiring bertambahnya usia selaput dara dapat menipis. Selaput dara bisa dijahit seperti semula, tetapi tindakan ini banyak menjadi perbincangan, karena pada umumnya tindakan tersebut hanya untuk tampilan, bukan untuk kesehatan.

Keperawanan tidak dapat dilihat dari cara berjalan seorang wanita, karena bentuk tubuh dan gaya berjalan seseorang berbeda-beda. Oleh karena itu, keperawanan seorang wanita tidak bisa dipastikan hanya dengan melihatnya saja. Tetapi banyak hal yang harus dilakukan untuk mengetahui keperawanan seorang wanita.

(ndr)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini