nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspada! Ini yang Terjadi pada Miss V Jika Terlalu Lama Tidak Beraktivitas Seksual

Lien Sari Situmorang, Jurnalis · Sabtu 16 Maret 2019 15:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 16 485 2030849 waspada-ini-yang-terjadi-pada-miss-v-jika-terlalu-lama-tidak-beraktivitas-seksual-5CBCn3Otx3.jpg Tidak melakukan aktivitas seksual terlalu lama (Foto:Ist)

JIKA ditanya menikah atau berkarir? Sebagian wanita mungkin akan memilih untuk berkarir. Jika pada masa lalu wanita hanya memiliki ruang gerak di dapur, sumur dan Kasur, itu tidak berlaku pada era modern. Mengejar karier, tak jarang membuat wanita lupa membangun hubungan yang dekat dengan lawan jenisnya, bahkan di antara mereka ada yang lupa untuk menikah atau memutuskan tidak menikah.

Namun, tahu kah kamu sejumlah penyakit mengintai perawan yang tak kunjung menikah?

 

1. Sakit pada vagina saat malam pertama

Ahli kebidanan dan kandungan Brett Worly, MD dari Ohio State University Waxner Medical Center menjelaskan, dampak umum bagi mereka yang tidak segera melakukan hubungan sex adalah merasakan sakit pada bagian vagina saat pertama kali melakukannya. Rasa sakit tak terhingga akan dialami oleh perawan yang tidak segera menikah, karena terlalu lama tidak melakukan hubungan suami istri.

Menurut Brett, ini sama dengan seseorang yang tidak pernah berolahraga dalam waktu yang cukup lama, lalu dia melakukan olahraga untuk pertama kalinya. Pastilah aka nada rasa sakit yang tidak terhingga.

 

2. Penetrasi sulit dilakukan

Bagi wanita yang belum pernah melakukan hubungan suami istri untuk waktu yang cukup lama, otot-otot vaginanya bisa berkontraksi sangat kencang. Kontraksi kencang tersebut membuat penetrasi ke vagina sulit atau tidak memungkinan terjadi. Bahkan, ada kasus di mana bukan tampon atau jari pun tak bisa menembus vagina. Kasus itu disebut sebagai vaginismus.

Salah satu yang menjadi penyebab vaginismus adalah perkosaan atau pelecehan yang menyebabkan trauma mental. Ini membuat wanita yang mengalami hal itu anti terhadap sentuhan-sentuhan seksual, dengan kata lain si wanita tidak bersedia melakukan hubungan seks karena mengalami trauma.

Seorang ahli terapi sex asal New York, Amerika Serikat, Holly Richmond, Ph.D, menyarankan seorang yang mengalami vaginismus untuk pergi ke dokter kandungan untuk didiagnosis dan mendapatkan rekomendasi untuk terapi otot.

Menurut Richmind, wanita yang mengalami vaginismus akan mendapatkan serangkaian latihan yang lembut, serta mendapatkan pemulihan mental.

 

3. Berkurangnya minat untuk berhubungan intim

Memutuskan untuk berkarier membuat wanita lupa akan pernikahan. Sebagian dari mereka menikah pada usia yang sudah usur, bahkan ada yang memutuskan untuk tidak menikah. Wanita yang asyik berkarir menikah pada saat usia subur mereka berlalu.

Ini berdampak pada menurunnya keinginan untuk berhubungan intim dengan suami. Secara psikologis, wanita yang usia suburnya telah lewat menganggap seks sebagai sesuatu yang kurang penting. Selain itu, wanita yang usia suburnya telah lewat akan mengalami penurunan jumlah estrogen secara drastis.

Menurut dokter kebidanan dan kandungan asal Amerika Serikat Berb Depree, MD gejala menurunya estrogen secara drastis yang berdampak pada menurunya keinginan untuk berhubungan intim disebut dengan istilah vagina atrofi.

Untuk mengatasi ketiga masalah di atas memang ada berbagai cara. Tetapi, akan lebih baik jika cara yang ditempuh adalah cara alamiah. Salah satunya, adalah dengan menikah sesegera mungkin dan sebelum usia subur kamu terlewati. Lagipula, seorang wanita bisa melakukan banyak pekerjaan dalam waktu bersamaan.

Jadi tidak perlu khawatir tidak bisa menjadi wanita karier sekaligus istri dan ibu pada waktu bersamaan. Karena wanita itu multitasking.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini