nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Lagi Disebut Kuno, Adiwastra Nusantara 2019 Incar Generasi Melenial

Ninis Putri Harahap, Jurnalis · Minggu 17 Maret 2019 09:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 17 194 2031062 tak-lagi-disebut-kuno-adiwastra-nusantara-2019-incar-generasi-melenial-ZwQWR4xTea.jpg Membatik (Foto: Ilustrasi/Pixabay)

ADA yang berbeda dari gelaran Adiwastra Nusantara 2019 yang akan digelar pada 20-24 Maret 2019 mendatang di Balai Sidang Jakarta (JCC). Pameran kain adat terbesar di Indonesia itu akan menyasar para generasi melenial dengan tema Wastra Adati Generasi Digital.

"Kita membuat yang lebih melenial supaya batik-batik karya (wastra) kita ini dihargai kalangan oleh kalangan muda, penerus dan para (turis) luar negeri," kata Ketua Panitia Pameran Adiwastra Nusantara 2019, Yantie Airlangga di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan.

Baca juga :

Diketahui pameran ini digagas oleh komunitas pecinta dan pegiat promosi kain adati nusantara yang dimotori oleh Edith Ratna Soeryosoeyarso. Pameran ini bertujuan untuk terus mengobarkan semangat pelestarian serta pengembangan kain adati nusantara, sebagai kekayaan bangsa yang beragam dan memiliki keindahan serta nilai-nilai filosofis dan kearifan lokal yang tinggi.

Lebih lanjut, Yantie mengatakan beraneka ragam produk wastra, seperti batik, tenun ikat, songket, dan sulam, serta aneka produk fesyen berbasis wastra adati. Sehingga, ia berharap anggapan batik kuno dan ketinggalan zaman bisa hilang dengan hadirnya karya-karya terbaru.

"Memakai batik ataupun memakai baju-baju warisan itu bukan berarti sesuatu yang menakutkan seperti dibilang orang, tapi ini adalah karya leluhur dan pengrajin Indonesia," kata Yantie.

Tidak hanya itu, gelaran Adiwastra Nusantara tahun ini akan menempati area seluas kurang lebih 12.000 meter persegi, lebih dari 400 peserta pameran. Yantie berharap Adiwasatra Nusantara yang tahun ini ditujukan agar anak muda lebih menghargai keberagaman yang ada di Indonesia.

"Juga mengangkat para pengrajin Indonesia memproduksi (batik atau tenun) lebih banyak dan lebih bagus lagi di mana dilirik oleh pasaran luar negeri. Mereka juga sangat menghargai karya budaya kita," kata Yantie.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini