nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berapa Lama Darah Keluar saat Kehilangan Keperawanan?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 17 Maret 2019 16:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 17 485 2031206 berapa-lama-darah-keluar-saat-kehilangan-keperawanan-GnlFQ9kIRz.jpg Keperawanan Wanita (Foto: Ilustrasi/Pixabay)

PERNAHKAH Anda merasa takut dan khawatir ketika hendak melepas keperawanan? Banyak wanita mengatakan bahwa ia mengalami pendarahan hingga berhari-hari usai melakukan hubungan seksual. Tentu hal ini menimbulkan banyak tanda tanya besar bagi Anda yang belum pernah melakukannya.

Sebagaimana dilansir Go Ask Alice, fenomena keluarnya darah saat pecah perawan adalah normal bagi beberapa wanita. Mereka akan mengalami pendarah setelah melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya.

Baca juga :

Pendarahan tersebut disebabkan oleh peregangan selaput dara bahkan hingga robek. Jika pendarahan berlanjut , maka akan berubah menjadi merah tua dan akan berhenti dengan sendirinya. Biasanya fenomena ini bisa berhenti dalam beberapa hari.

Jika vagina seorang wanita ditembus dengan jari, maka akan menimbulkan pendarahan. Bisa karena selaput daranya telah robek, atau dinding vaginanya terluka karena terkorek oleh kuku pasangan. Dalam hal ini, Anda wajib melakukan pemeriksaan untuk mencegah infeksi vagina menjadi berkembang.

 

Jika vagina Anda sudah mengalami pendarahan, tentu ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Sebaiknya jangan lakukan penetrasi apapun pada vagina seperti (penis, jari, tampon, dll). Selain itu seorang wanita juga tidak dianjurkan melakukan orgasme hingga pendarahan tersebut berhenti total.

Jika pendarahan kembali, setelah penetrasi vagina atau orgasme, maka datanglah ke klinik atau pelayanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kasus tersebut. Biasanya pendarahan merupakan indikator terhadap respons seksual.

Namun, bukan berarti pendarahan hanya terjadi bagi wanita yang melakukan hubungan seksual. Wanita yang tak berhubungan seksual pun bisa mengalaminya. Jika pendarahan dimulai dari warna gelap, mungkin ada pendarahan dari serviks atau rahim. Jika hal ini sudah terjadi, segeralah pergi mencari pertolongan medis.  

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini