nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jepang Mulai Tolak Turis Nakal, Ini Alasannya

Agregasi Koran Sindo, Jurnalis · Senin 18 Maret 2019 13:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 18 406 2031503 jepang-mulai-tolak-turis-nakal-ini-alasannya-yNuba2Way3.jpg Kuil Nanzoin di Jepang (Foto: Goinjapanesque)

Keberadaan turis yang berperilaku buruk mulai membuat gerah beberapa tempat wisata populer di Jepang. Rombongan pengunjung asing yang berperilaku buruk tersebut pun mulai ditolak memasuki tempat wisata tertentu.

Menurut laporan setempat, pemilik bisnis lokal dan operator wisata semakin frustrasi dengan perilaku tidak sopan kelompok wisatawan asing tertentu. Akibatnya, mereka melarang akses ke beberapa situs paling populer di negara itu.

 Baca Juga: 5 Gaya Seksi Gisel yang Bikin Netizen Gagal Fokus

Beberapa tempat yang menolak seperti Kuil Nanzoin di Sasaguri di Prefektur Fukuoka. Lokasi wisata yang menjadi rumah patung besar Reclining Buddha (Nehanzo) itu kini memasang tanda besar yang ditulis dalam 12 bahasa untuk memperingatkan pengunjung asing dalam kelompok besar agar tidak memasuki tempat suci pemujaan tersebut.

 

(Foto: Matcha)

Kepala Kuil Nanzo-in, Kakujo Hayashi, mengatakan kepada surat kabar Jepang Asahi Shimbun, situs itu telah dibanjiri kelompok besar pengunjung luar negeri dalam 10 tahun terakhir. Setiap harinya antara 20 dan 30 bus penumpang wisatawan asing tiba ke lokasi dan mengganggu para pendeta kuil dengan berbagai kegiatan yang tidak patut, seperti membunyikan musik keras, bermain di air terjun suci yang diperuntukkan bagi para biksu Buddha, dan memanjat atap kuil.

 Baca Juga: Tampilan Menggoda ala Naomi Scott, Garang Pakai Setelan Macan

Larangan ini tidak pandang bulu. Tidak hanya untuk kelompok wisatawan asing, kelompok pengunjung lokal yang nakal juga ditolak masuk.

Meski menolak kelompok wisatawan dalam rombongan, situs ini tetap terbuka dan menerima pengunjung individu lokal dan internasional. Larangan ini bukan pertama kali terjadi. Pada 2017, Kuil Yatsushiro-gu di Yatsushiro, Prefektur Kuma - moto, untuk sementara waktu berhenti menerima tamu setelah jumlah kapal pesiar yang tiba di pelabuhan terdekat meningkat enam kali lipat.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini