nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sepenting Apakah Susu Dalam Pemenuhan Gizi Anak?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 18 Maret 2019 18:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 18 481 2031628 sepenting-apakah-susu-dalam-pemenuhan-gizi-anak-lzMIcENe20.jpg Pemenuhan gizi anak dengan susu, cukupkah? (Foto: Livescience)

KONSEP "4 Sehat 5 Sempurna" sudah usang. Konsep ini dinilai kurang bisa memaksimalkan pemenuhan gizi anak. Bahkan, konsep ini bisa memicu ketimpangan pemenuhan nutrisi tubuh si anak.

Itu karena jumlah atau takaran yang dicontohkan tidak lagi sesuai dengan standar makanan sehat. Sekarang ini, semakin banyak mengonsumsi buah sayur dan tentunya karbohidrat yang seimbang akan membuat tubuh jadi lebih sehat. Menu gizi seimbang pun akhirnya keluar sebagai solusi baru yang harusnya sudah diterapkan banyak orangtua.

Namun, Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno sepertinya masih menganut sistem lama tersebut. Dalam debat Calon Wakil Presiden, Sandi coba menawarkan Sedekah Putih yang mana ini merujuk pada ketersediaan susu sebagai menu pelengkap pemenuhan gizi.

 Baca Juga: Makan Telur Kebanyakan Bisa Membunuhmu, Ini Alasannya!

"Sedekah Putih bersifat partisipatif dan kolabortaif dengan dunia usaha. Mereka bisa membantu kecukupan gizi. Tak hanya susu, tapi juga kacang hijau atau tablet penambah gizi," kata Sandi dalam debat, Minggu (17/3/2019).

Tapi, sepertinya konsep susu sebagai satu-satunya pelengkap gizi perlu dikoreksi. Sebab, faktanya, tidak semua anak bisa mengonsumsi susu, terlebih mereka yang memiliki kondisi intoleransi laktosa dan alergi laktosa.

"Kalau memang si anak punya kondisi ini, tentunya susu bukan solusi untuk pemenuhan protein dan kalsium si anak. Beberapa dari kita juga ada yang mengalami intoleransi laktosa sementara, misalnya pasien diare. Kalau sudah begini, susu buka pilihan yang tepat," kata Ahli Gizi dr Juwalita Surapsari, MGizi, SpGK, melalui sambungan telepon dengan Okezone, Senin (18/3/2019).

Tidak bisa dipungkiri juga kalau susu memang sumber kalsium terbaik dibandingkan bahan makanan lain. Tapi, tidak kemudian Anda sebagai orangtua mengandalkan susu sebagai sumber kalsium.

 Baca Juga: Ma'ruf Amin Sebut Stunting Turun 7 % saat Debat Cawapres, Apa Kata Menteri Puan?

Ada beberapa sumber kalsium lainnya yang bisa dipilih, misalnya ikan (direkomendasikan ikan presto), seafood, tahu, dan tempe. Memang, kadar kalsiumnya tidak sebanyak susu, tetapi bahan makanan ini bisa menjadi sumber lain yang dapat dipilih orangtua.

Kemudian, apakah anak memang membutuhkan susu selama masa pertumbuhannya? Dokter Lita menuturkan, itu semua kembali pada pola makan si anak. Kalau memang jumlah protein dan kalsium dalam tubuh si anak sudah tercukupi, susu boleh tidak ditambahkan.

"Jadi, kalau memang sudah cukup, ya nggak apa-apa anak nggak dikasih susu. Tapi ingat, asalkan protein dan nilai gizi lainnya sudah tercapai dari sumber yang lainnya," paparnya.

Dia juga menambahkan, untuk orangtua jangan pernah ngandelin susu saja sebagai sumber nutrisi tubuh. Sebab, masih banyak sumber nutrisi lainnya yang bisa diperoleh dari bahan makanan yang lain.

 Baca Juga: Intip 5 Gaya Seksi Emily, Perempuan yang Diusir dari Pesawat

"Orangtua jangan ngandelin susu saja. Anak di atas usia 1 tahun sebetulnya sudah bisa makan makanan keluarga atau makanan yang dikonsumsi ayah dan ibu. Dari dikenalkannya sumber makanan lain, si anak juga bisa belajar hal baru dari makanan yang dia konsumsi. Mengandalkan susu saja itu salah," tambah dokter Lita.

 

Dokter Lita melanjutkan, jika orangtua mengandalkan susu sebagai sumber nutrisi, ada beberapa dampak yang bisa dialami si anak. Dampak pertama adalah penurunan kemampuan makan.

"Kalau anak sudah semakin besar, dia seharusnya bisa beradaptasi dengan makanan yang lain dan ini penting untuk dilakukan agar referensi si anak pun semakin banyak," ungkapnya.

Selain itu, dampak lainnya adalah tidak tercukupinya serat tubuh. Kebanyakan susu itu tidak memiliki serat. Dengan begitu, tubuh si anak juga tentunya tidak seimbang karena ada gizi yang tidak tercukupi. Kita tahu bersama, serat itu baik untuk tumbuh kembang dan yang paling basic, serat penting untuk proses pencernaan.

So, mulai membiasakan menu seimbang ke anak, ya, supaya gizinya tercukupi dengan benar dan tidak kemudian malah membuat si anak tidak senang untuk makan. "Pilih sumber makanan yang memang bermanfaat dan menyenangkan untuk anak agar dia bahagia dan bisa mencintai tubuhnya sendiri," pungkas dokter Lita.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini