Sepenting Apakah Susu Dalam Pemenuhan Gizi Anak?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 18 Maret 2019 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 18 481 2031628 sepenting-apakah-susu-dalam-pemenuhan-gizi-anak-lzMIcENe20.jpg Pemenuhan gizi anak dengan susu, cukupkah? (Foto: Livescience)

Kemudian, apakah anak memang membutuhkan susu selama masa pertumbuhannya? Dokter Lita menuturkan, itu semua kembali pada pola makan si anak. Kalau memang jumlah protein dan kalsium dalam tubuh si anak sudah tercukupi, susu boleh tidak ditambahkan.

"Jadi, kalau memang sudah cukup, ya nggak apa-apa anak nggak dikasih susu. Tapi ingat, asalkan protein dan nilai gizi lainnya sudah tercapai dari sumber yang lainnya," paparnya.

Dia juga menambahkan, untuk orangtua jangan pernah ngandelin susu saja sebagai sumber nutrisi tubuh. Sebab, masih banyak sumber nutrisi lainnya yang bisa diperoleh dari bahan makanan yang lain.

 Baca Juga: Intip 5 Gaya Seksi Emily, Perempuan yang Diusir dari Pesawat

"Orangtua jangan ngandelin susu saja. Anak di atas usia 1 tahun sebetulnya sudah bisa makan makanan keluarga atau makanan yang dikonsumsi ayah dan ibu. Dari dikenalkannya sumber makanan lain, si anak juga bisa belajar hal baru dari makanan yang dia konsumsi. Mengandalkan susu saja itu salah," tambah dokter Lita.

 

Dokter Lita melanjutkan, jika orangtua mengandalkan susu sebagai sumber nutrisi, ada beberapa dampak yang bisa dialami si anak. Dampak pertama adalah penurunan kemampuan makan.

"Kalau anak sudah semakin besar, dia seharusnya bisa beradaptasi dengan makanan yang lain dan ini penting untuk dilakukan agar referensi si anak pun semakin banyak," ungkapnya.

Selain itu, dampak lainnya adalah tidak tercukupinya serat tubuh. Kebanyakan susu itu tidak memiliki serat. Dengan begitu, tubuh si anak juga tentunya tidak seimbang karena ada gizi yang tidak tercukupi. Kita tahu bersama, serat itu baik untuk tumbuh kembang dan yang paling basic, serat penting untuk proses pencernaan.

So, mulai membiasakan menu seimbang ke anak, ya, supaya gizinya tercukupi dengan benar dan tidak kemudian malah membuat si anak tidak senang untuk makan. "Pilih sumber makanan yang memang bermanfaat dan menyenangkan untuk anak agar dia bahagia dan bisa mencintai tubuhnya sendiri," pungkas dokter Lita.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini