Nana Mirdad Kena Demam Tifoid 2 Minggu, Kenali Gejala dan Komplikasinya

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 19 Maret 2019 01:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 18 481 2031726 nana-mirdad-kena-demam-tifoid-2-minggu-kenali-gejala-dan-komplikasinya-npOMRkwWkY.jpg Nana Mirdad (Foto: nanamirdad_/Instagram)

Setelah dua minggu terbaring lemah tak berdaya, artis Nana Mirdad mulai bisa beraktivitas kembali. Dalam unggahannya di media sosial, diketahui ia sudah pergi untuk makan di restoran bersama suami dan anaknya. Tapi masih jelas terlihat kepucatan di wajahnya.

Nana diketahui terkena typhoid fever atau demam tifoid. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi. Selain itu, berada di sekitar orang yang sedang terinfeksi juga bisa membuat seseorang tertular apabila daya tahan tubuhnya sedang tidak baik.

Gejala demam tifoid terjadi secara bertahap dan muncul 1-3 minggu setelah terpapar penyakit. Gejalanya meliputi demam meningkat setiap hari dengan kemungkinan mencapai 40,5° C. Gejala lainnya adalah sakit kepala, kelemahan dan kelelahan, nyeri otot, berkeringat, batuk kering, kehilangan nafsu makan, sakit perut, serta diare atau sembelit.

 Baca Juga: Viral karena Jago Pakai Sumpit, Haihai Kini Berjuang Melawan Leukimia

Saat sakit, orang yang terserang demam tifoid juga bisa mengigau, terbaring lemah tanpa bisa bergerak, dan mata lelah. Pada beberapa orang, gejala ini dapat terjadi lagi 1-2 minggu setelah demam mereda. Untuk menyembuhkan penyakit, dokter biasanya memberika pengobatan antibiotik. Meskipun ada vaksin untuk melawan demam tifoid, tapi tidak terlalu efektif.

Orang yang mengalami gejala-gejala di atas harus segera berobat ke dokter. Sebab demam tifoid dapat menyebabkan komplikasi, salah satunya pendarahan atau lubang di usus. Kondisi ini dapat terjadi jika penyakit tak kunjung sembuh di minggu ketiga.

 Baca Juga: Makan Telur Kebanyakan Bisa Membunuhmu, Ini Alasannya!

Lubang di usus terjadi dapat menyebabkan isi usus bocor ke dalam rongga perut. Akibatnya akan timbul sakit perut yang parah, mual, muntah, dan infeksi aliran darah (sepsis). Komplikasi yang mengancam jiwa ini membutuhkan perawatan medis segera.

Pencegahan agar tidak terserang penyakit ini adalah mencuci tangan sebelum makan atau menyiapkan makanan, dan setelah menggunakan toilet. Selain itu, hindari minum air yang tidak diolah karena memiliki kemungkinan terkontaminasi. Hindari pula buah dan sayuran mentah karena bisa saja dicuci dengan air yang terkontaminasi. Pada saat memakan buah, usahakan untuk mengupas kulitnya. Demikian seperti yang dilansir Okezone dari Mayo Clinic, Selasa (19/3/2019).

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini