Tak Cuma Ganggu Penampilan, Bibir Sumbing Juga Berpotensi Picu Malnutrisi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 18 Maret 2019 19:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 18 481 2031760 tak-cuma-ganggu-penampilan-bibir-sumbing-juga-berpotensi-picu-malnutrisi-PWX9VhY906.jpg

BIBIR sumbing menjadi salah satu kasus kesehatan yang cukup banyak dialami masyarakat Indonesia. Tentunya penyakit ini sangat menggangu, lantaran selain mengurangi estetika juga membuat penderitanya kesulitan untuk menelan dan berbicara. 

Penderita bibir sumbing khususnya anak kecil, tentu akan merasa minder. Tak sedikit dari mereka mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari teman sebayanya. Mereka kerap mendapatkan tekanan, hingga para penderita malu untuk sekolah. 

Bayi sumbing langit-langit dan sampai ke rahang yang belum operasi kemungkinan juga bisa mengalami malnutrisi. Pasalnya mereka tidak bisa mengonsumsi makanan dengan baik, karena adanya kebocoran pada celah di bagian langit-langit mulut dan atau rahangnya. Alhasil makanan atau minuman yang dikonsumsi, bisa keluar dari hidung, dan penderita bibir sumbing bisa tersedak apabila tidak berhati-hati. 

Direktur Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur, dr. Dewi Safitri. MARS, menegaskan bibir sumbing tak hanya mengganggu estetika, tetapi juga proses menelan dan berbicara (bagi yang mempunyai kelainan sumbing langit-langit dan rahang).

“Ada peserta yang menggunakan selang untuk memasukkan asupan makanan dari mulut langsung menuju lambung. Hal ini dilakukan karena ada masalah dengan proses menelan” tutur dr. Dewi di sela acara peringatan ulang tahun Mitra Keluarga Group ke-30 sekaligus memperingati delapan tahun Mitra Keluarga Cibubur. 

Lebih lanjut dr. Dewi mengatakan bibir sumbing terjadi karena faktor genetika. Dimana adanya kelainan atau proses pembentukan organ yang tidak sempurna saat masih berada didalam kandungan. Hal inilah yang membuat seseorang mengalami kecacatan pada bibir hingga langit-langit dan rahang rongga mulutnya. 

Dalam kesempatan ini Mitra Keluarga Cibubur menggelar Bakti Sosial bersama Smile Train melakukan operasi sumbing bibir dan langit-langit secara gratis pada Sabtu 16 Maret 2019.

Para peserta berjumlah 22 terdiri dari delapan bayi, sepuluh anak dan empat dewasa, yang ikut serta dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari Bekasi, Bogor, Sukabumi dan Tegal. Baksos ini dikhususkan bagi para pasien bibir sumbing dan sumbing langit-langit yang kurang mampu, agar mereka bisa kembali tersenyum bahagia. 

Salah satu kerabat pasien peserta baksos operasi bibir sumbing, Iis Srimisyati, menuturkan cucunya yang bernama Den Arkha Pradipta Ardani mengalami kelainan sejak lahir. Den Arkha lahir prematur pada 9 Maret 2017 dengan berat 1,8 kilogram. Iis menceritakan sang cucu telah melakukan dua kali operasi bibir sumbing. Mahalnya biaya operasi dan tahapan-tahapan yang musti dilalui untuk menyembuhkannya, sempat menjadi hambatan utamanya. 

Baca Juga : Viral, Bocah Ini Tiru Desahan Orangtuanya yang Sedang Bercinta#mce_temp_url#

“Den Arkha menjalani operasi pertama bibir sumbing pada usia enam bulan. Waktu itu berat cucu saya lima kilogram. Setelah sukses yang pertama, kami melakukan operasi kedua ketika Den Arkha berusia satu tahun. Kini cucu saya sudah berusia dua tahun dan berencana menjalani operasi yang ketiga,” kata Iis. 

Iis mengatakan sempat pasrah terhadap penyakit bibir sumbing yang dialami oleh Den Arkha. Ia menyebut dalam satu kali operasi, anaknya bisa menghabiskan budget hingga Rp30 juta untuk satu tahap. Sementara sang cucu membutuhkan operasi hingga tiga tahap agar bisa pulih sempurna. 

“Biaya satu kali operasi itu sangat mahal, bisa mencapai Rp30 juta. Sementara cucu saya membutuhkan tiga tahapan agar bisa sembuh total. Pokoknya kalau sudah terkena penyakit seperti ini, orangtua hanya bisa pasrah. Soalnya biayanya mahal sekali,” ujarnya.

Baca Juga : Hati-Hati, Air Kemasan Dibuka Lebih dari Sejam Bisa Berbahaya!

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini