Kisah Haru Aprilia Nur Azizah, Gadis Satu Mata yang Cari Kerja lewat Twitter (1)

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 19 Maret 2019 04:37 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 18 612 2031744 kisah-haru-aprilia-nur-azizah-gadis-satu-mata-yang-cari-kerja-lewat-twitter-1-veAfpzHY6x.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Harapan orangtua

"Begitu lahir, ngeliat kondisi Aya pas masih bayi, ya, saya awalnya bingung kenapa bisa begitu. Tapi, saya kemudian sadar kalau ini adalah titipan Allah SWT, makanya saya dan suami mau merawatnya dengan sungguh-sungguh," ungkap ibunda Aya, Marlingah dengan sedikit bergetar menahan haru.

Sedikit terisak, Marlingah mengisahkan hidup Aya dari kecil sampai sekarang. Dia tidak bisa menampik kalau masa kecil Aya cukup menyedihkan. Diejek, dianggap berbeda, bahkan dijauhkan teman-temannya sudah jadi "rutinitas neraka" sehari-hari.

Memang, salah satu mata tertutup tetapi Allah membuka hati Aya dengan sangat lebar. Karenanya, dia pun tidak pernah marah ketika diejek. Aya tumbuh menjadi anak yang kesabaran luar biasa dan peka terhadap masalah orang lain.

"Dia dari kecil sudah sering ngebantuin orang. Dia juga sekali pun sama temen-temen suka diejek, Aya tetap rajin ke sekolah. Dia anak yang solehah dan berprestasi," kata Marlingah bangga.

Melanjutkan ceritanya, Marlingah tidak bisa menahan air mata. Wajahnya yang sudah mulai keriput karena usia mulai basah. Terisak, dia mengungkapkan rasa bahagianya dan bersyukur karena Aya tumbuh menjadi anak perempuan yang sholehah.

"Ada satu keinginan Aya yang sampai sekarang suka bikin saya sedih. Dia mau banget lanjutin sekolah, kuliah. Tapi, saya sama suami nggak punya uang buat sekolahin dia. Sedih saya," tutur Marlingah.

Namun, suatu waktu mereka sempat heran karena Aya tiba-tiba hilang dari rumah. Marlingah pun panik, dan berpikir macam-macam, sampai akhirnya Aya pulang. Yang didengar Marlingah pun membuat tidak bisa berkata-kata, karena ternyata Aya pergi untuk mencari beasiswa-bidikmisi.

Sambil menahan air mata di depan Aya, Marlingah pun kembali berkat. "Kalau ada duit, pasti ibu mau banget sekolahin Aya. Tapi, ini nggak ada sama sekali. Kita orang susah, saya aja enggak punya rumah,".

Terlepas dari itu semua, Marlingah bahagia bisa melihat anaknya sekarang. Meski dalam keterbatasan dan kesederhanaan, hati Aya, menurut ibunya, sangat baik dan dia jujur.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini