nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Haru Aprilia Nur Azizah, 20 Tahun Hidup dengan Satu Mata (2)

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 19 Maret 2019 05:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 18 612 2031751 kisah-haru-aprilia-nur-azizah-20-tahun-hidup-dengan-satu-mata-2-O6CluOuNB9.jpg Aprilia Nur Azizah. (Foto: Okezone)

Nama saya Aprilia Nur Azizah, 20tahun, dari Pangandaran, Jawa Barat.

Saya membutuhkan pekerjaan, apapun. Saya cacat fisik dari lahir, ekonomi keluarga kekurangan. Bekerja untuk diri sendiri, ingin mata palsu, dan membantu melunasi hutang orang tua.

Itulah postingan gadis yang kerap disapa Aya ini di Twitter. Dalam postingan tersebut, dia berusaha mencari pekerjaan bermodal ijazah SMK Negeri 1 Pangandaran jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) 2016.

Melengkapi CV tersebut, Aya pun menyebut pernah bekerja sebagai operator buruh pabrik, kasir barbershop, home industry, ART, dan banyak lainnya. Postingannya pun viral, dan kini sudah di-retweet sebanyak 45ribu kali dan disukai 23,9 ribu netizen.

Baca Juga: Hati-Hati, Air Kemasan Dibuka Lebih dari Sejam Bisa Berbahaya!


Tapi, bukan hanya pekerjaan yang dia dapatkan, Aya juga mendapatkan hadiah sebuah mata palsu dari salah seorang dermawan yang ingin dirahasiakan identitasnya. Bahkan, dermawan itu pun enggan mengungkapkan dirinya kepada Aya.

Okezone pun mencoba menemui Aya langsung untuk mengetahui bagaimana kondisi yang sebenarnya dan melihat langsung proses pemasangan mata palsu Aya di daerah Jakarta Barat.

Rona bahagia mengisi wajahnya yang sayu. Perasaan senang tergambar dari wajahnya, suaranya yang ramah pun menjadi sambutan ketika tiba di Wijaya Protesa Klinik Mata Jakarta, Jakarta Barat. Aya datang bersama sanak saudaranya, termasuk ibu dan kakak kandungnya.

"Alhamdulillah, ternyata masih ada orang baik di dunia ini. Aya bahagia banget bisa mendapat bantuan ini dan bersyukur sekali banyak juga doa dan dukungan yang diberikan teman-teman netizen untuk Aya," ucapnya pada Okezone penuh haru.

Momen pemasangan mata palsu ini juga dianggap Aya sebagai momen yang cukup penting dalam hidupnya karena untuk pertama kalinya Aya melihat wajahnya lengkap dengan mata kanannya yang selama ini kosong".

Pemasangan mata palsu dilakukan secara profesional di Wijaya Protesa Klinik Mata Jakarta. Okezone juga mendapat kesempatan langsung untuk melihat mata palsu yang akan dimasukan ke dalam rongga mata Aya.

Baca Juga: 5 Gaya Seksi Gisel yang Bikin Netizen Gagal Fokus

"Tentunya ini steril dan bisa dilepas-pasang sama pemakainya. Sifatnya permanen, tapi tentu perlu adanya maintanence yang baik supaya kualitas mata palsunya tetap bagus," terang Abadi Wijaya, selaku owner Wijaya Protesa Klinik Mata Jakarta.

Proses pemasangan mata palsunya sangat sebentar. Tidak ada 30 detik, Aya sudah memiliki mata palsu di sisi kanan matanya. Okezone pun berhasil melihat langsung proses penempelan mata palsu Aya.

Terlihat di sana, wajah Aya benar-benar bahagia. Senyumnya terbuka lebar dan ucapan 'Alhamdulillah' langsung keluar dari mulutnya. Dia pun coba beradaptasi dengan mata barunya tersebut dan kalimat ini yang keluar setelahnya, "Enggak terbiasa ada sesuatu di sisi kanan, sekarang ada. Alhamdulillah," katanya lantas semua tertawa.

Aya pun dipersilahkan melihat wajahnya yang baru. Jalannya perlahan menuju kaca yang berada di sudut ruangan kecil di dalam klinik. Saat Aya bercermin, terlihat ekspresi bahagia yang tidak bisa ditutupi. Dia terus memegang bagian bawah matanya sambil melihat ke arah cermin. Apa yang dia impikan sekarang benar-benar ada di wajahnya. Mimpi Aya satu per satu terwujud.

"Ini saya dapat sumbangan dari hamba Allah. Saya sama sekali tidak tahu siapa donatur yang mau memberikan sedikit hartanya untuk saya. Yang jelas, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk orang tersebut. Semoga selalu sehat dan dilindungi selalu oleh Allah SWT," ucap Aya.

Kepada Okezone, Aya menyampaikan mimpi besarnya yang masih belum tercapai. "Mimpi aku, aku mau bikin lapangan pekerjaan baru di kampung aku di Pangandaran. Aku mau teman-teman di kampung sana bisa tetap di kampung tapi bisa sukses. Aku nggak mau ada orang yang punya nasib sama kayak aku. Aku mau berbuat sesuatu untuk mereka," terang Aya.

Selain itu, dia juga ingin mendirikan layanan pendidikan buat anak-anak di desanya. Sebab, menurut Aya masih banyak anak-anak di kampungnya yang berpendidikan rendah. Sekali lagi, alasannya adalah dia tak ingin ada Aya yang lain. Ada satu pesan yang ingin disampaikan Aya untuk orang-orang yang bernasib sama dengannya.

"Tunjukin ke diri kamu sendiri kalau kamu bisa dan mampu. Jangan pernah minder. Lalu, jangan pernah putus asa. Teman-teman, rezeki itu sudah ada yang ngatur dan bisa datang dari mana saja. Kerja keras juga penting untuk bisa gapai mimpi kalian," tutur Aya lantas tersenyum.

Terima kasih Aya sudah memberikan semangat dan mengajarkan rasa bersyukur. Semoga bisa terus menebarkan kebaikan dan kebahagiaan.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini