Moms, Ini Tips Cegah Diabetes Gestasional untuk Hindari Komplikasi Kehamilan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 20 Maret 2019 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 19 481 2032298 moms-ini-tips-cegah-diabetes-gestasional-untuk-hindari-komplikasi-kehamilan-4iUJPiszjQ.jpg Ilustrasi (Foto: Momjunction)

Cegah Diabetes dengan Menghindari Makanan Manis dan Menerapkan Gaya Hidup Sehat Selama Kehamilan

Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa wanita dengan gula darah tinggi selama kehamilan mengalami risiko lebih tinggi terkena penyakit diabetes tipe 2 setelah melahirkan.

Studi ini juga juga menemukan anak-anak yang lahir dari wanita yang rentan terhadap gula darah tinggi, memiliki risiko terkena obesitas saat mereka beranjak dewasa.

"Bagi para ibu hamil, gula darah tinggi merupakan faktor risiko penting untuk perkembangan kadar gula darah yang tidak normal, termasuk diabetes tipe 2 dan itu di luar risiko diabetes yang dikaitkan dengan kelebihan berat badan atau obesitas,” kata Dr. Boyd Metzger, peneliti yang juga profesor emeritus kedokteran di Northwestern University Feinberg School of Medicine di Chicago, Amerika, seperti dilansir Okezone dari WebMD, Rabu (20/3/2019).

Dalam penelitian ini, dr Boyd dan timnya menggunakan data dari studi nasional yang diikuti ibu dan anak-anak berusia 10 hingga 14 tahun setelah kelahiran. Hasilnya pun cukup mengejutkan. Gula darah yang meningkat selama kehamilan dapat menaikkan tingkat komplikasi untuk bayi sebelum dan sesudah kelahiran.

ibu hamil

Selain itu, ada bahaya lain yang timbul akibat peningakatan kadar gula darah tersebut. Disebutkan bahwa wanita dengan gula darah tinggi selama kehamilan, hampir 11 persennya memiliki diabetes tipe 2 pada rentang waktu 10 hingga 14 tahun setelah melahirkan, dan sekitar 42 persennya memiliki pra-diabetes.

“Di antara wanita yang tidak memiliki peningkatan gula darah selama kehamilan, sekitar 2 persen memiliki diabetes tipe 2 dan hanya lebih dari 18 persen yang pra-diabetes,” papar Dr Boyd.

Para peneliti juga mengklaim, lebih dari 4.800 atau 19% anak-anak yang lahir dari ibu dengan kadar gula darah tinggi mengidap kelebihan berat badan atau obesitas.

“Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa gaya hidup sehat dengan mengendalikan berat badan dan aktivitas fisik secara teratur, dapat mengurangi perkembangan diabetes pada wanita yang sebelumnya memiliki diabetes gestasional,” ujar dr Boyd.

Menurutnya, sangat penting bagi ibu hamil untuk mengidentifikasi dini apakah memiliki riwayat diabetes gestasional atau tidak. Jika positif, ibu hamil dengan kondisi tersebut sebaiknya harus dirawat secara khusus selama kehamilan.

“Dengan demikian, ibu hamil dan anak-anak memiliki alasan yang baik untuk mempertahankan gaya hidup sehat sepanjang hidup mereka," imbuh dr Boyd.

Spesialis kedokteran ibu dan janin di Universitas NewYork Presbyterian Columbia Irving Medical Center, di New York City, Amerika, Dr Noelia Zork menuturkan bahwa wanita hamil dengan diabetes gestasional harus terus mengelola gula darah mereka dan membuat perubahan gaya hidup yang akan menurunkan risiko diabetes tipe 2.

"Saya selalu memberikan pesan kepada pasien saya yang didiagnosis menderita diabetes gestasional agar mereka memberitahu dokter yang menangani kehamilannya untuk terus mengontrol diabetes tersebut,” jelas dr Noelia.

Noelia menambahkan diabetes dapat dicegah sebelum kehamilan karena wanita harus dalam kondisi terbaik untuk memastikan kehamilan yang sehat bagi bayi dan dirinya sendiri.

“Setiap kali saya melihat seorang wanita yang sedang merencanakan kehamilan, salah satu hal yang saya bicarakan adalah berat badannya. Jadi, jika ia mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, kami mendiskusikan untuk mencoba menurunkan berat badannya sebelum dia hamil," terang dr Noelia.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini