nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asal-usul Pengucapan "Cheese" saat Berfoto, Artinya Bukan Keju Lho

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 21 Maret 2019 02:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 20 196 2032825 asal-usul-pengucapan-cheese-saat-berfoto-artinya-bukan-keju-lho-VA6nTVUKUI.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

PERNAHKAH Anda mengucapkan kata ‘Cheese’ saat berfoto? Meski demikian, masih banyak orang yang tidak mengetahui apa makna dari kata ‘Cheese’ yang sebenarnya. Mereka biasanya hanya sekadar ikut-ikutan atau meniru kebiasaan yang kerap dilakukan oleh setiap orang.

Namun satu hal yang perlu Anda ketahui, bahwa kata Cheese yang digunakan ketika berfoto sama sekali tidak ada hubungannya dengan produk olahan susu yang lezat ini. Lantas apa sebenarnya maksud dari kata Chesse yang kerap diucapkan orang-orang saat berfoto?

Merangkum dari RD, Kamis (21/3/2019), gagasan penggunaan cheesing dalam sebuah foto pertama kali muncul pada 1940-an. The Big Spring Herald, yang merupakan koran Texas lokal telah mencetak artikel yang merujuk frasa tersebut pada 1943.

 Baca Juga: Pangeran Harry dan Meghan Markle Beri Penghormatan untuk Korban Penembakan Masjid di Selandia Baru

Meski demikian, tidak ada satupun orang yang tahu siapa, mengapa dan bagaimana kalimat ini bisa diucapkan. Mereka hanya percaya bahwa saat Anda tersenyum akan berbunyi ‘ch’ yang menyebabkan Anda mengepalkan gigi dan mengeluarkan bunyi ‘ee’ panjang membelah bibir.

Ekspresi ini membuat wajah Anda menyeringai. Nah, mungkin karena suara yang ditimbulkan itulah yang membuat kata Cheese sering digunakan sepanjang waktu, bahkan hingga detik ini. Berbagai pendapat mengatakan bahwa tidak semua orang berfoto sambil memperlihatkan gigi putih mereka.

 Baca Juga: Bae Doona Jadi Aktris Korea Selatan Pertama yang Hiasi Cover Vogue Amerika

Pada abad ke-19 hanya anak-anak, petani dan pemabuk yang tersenyum ketika difoto. Rata-rata dari mereka menjaga wajahnya tetap netral karena dianggap lebih menarik dan bermartabat. Namun, hal ini tentu bukan satu-satunya alasan orang tidak tersenyum saat berfoto.

Anda mungkin bisa membayangkan bagaimana sulitnya untuk menahan senyum sambil tetap terdiam. Terlebih kebersihan gigi bukanlah menjadi prioritas masyarakat kala itu. Anda tentunya tidak ingin kan memamerkan gigi yang telah rusak, hilang ataupun patah.

Pada zaman tersebut foto juga terbilang sesuatu yang mahal. Rata-rata dari mereka hanya memiliki satu atau dua foto seumur hidup mereka. Biasanya mereka akan mengabadikan sebuah momen yang sangat penting, oleh karena itu mereka cenderung berfoto dengan muram.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini