nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pakar Kuliner Jelaskan soal Rempah-Rempah Indonesia yang Tembus Pasar Internasional

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 20 Maret 2019 20:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 20 298 2032803 pakar-kuliner-jelaskan-soal-rempah-rempah-indonesia-yang-tembus-pasar-internasional-cKafBFwAQU.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Jika ada negara yang saat ini tengah menjadi sorotan masyarakat internasional, Indonesia bisa jadi salah satunya. Tidak hanya dalam urusan politik atau pertumbuhan ekonominya saja, potensi wisata dan kuliner Indonesia pun mulai diperhitungkan oleh dunia.

Sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati, kuliner Nusantara ternyata memiliki daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki negara lain. Salah satu alasannya adalah penggunaan bumbu rempah-rempah yang menjadi kunci kelezatan dalam setiap jenis masakan.

Menurut penuturan, Co-founder of Omar Niode Foundation, Amanda Katili Niode, saat ini setidaknya terdapat 500 jenis tanaman rempah yang tersebar di seluruh dunia. Di Asia Tenggara sendiri termasuk Indonesia, terdapat 275 tanaman rempah, dan sebanyak 125 di antaranya telah dibudidayakan secara masif. Sementara sisanya diambil langsung dari hutan liar. Dari keberagaman inilah Amanda menegaskan bahwa kuliner Indonesia mampu menembus pasar dunia.

 Baca Juga: Bae Doona Jadi Aktris Korea Selatan Pertama yang Hiasi Cover Vogue Amerika

“Rempah itu bisa dijadikan solusi untuk permasalahan global. Contohnya andaliman yang bisa digunakan untuk memperbaiki lingkungan yang sudah rusak. Sementara dari segi ekonomi, kaum perempuan bisa mendapatkan pemasukan tambahan dari hasil olahan rempah asli Tanah Batak itu,” tutur Amanda, dalam konferensi pers Ubud Food Festival 2019, di Artotel Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Lebih lanjut, Amanda menjelaskan, saat ini bukan hanya masyarakat Indonesia saja yang tertarik untuk menikmati makanan berbahan dasar bumbu rempah-rempah. Warga negara asing pun mulai menunjukkan ketertarikkannya untuk mencicipi bumbu yang memiliki rasa dan aroma yang kuat tersebut.

 

“Beberapa waktu lalu saya sempat melakukan perjalanan ke sejumlah negara, dan saya selalu membawa andaliman. Contohnya saat konferensi PBB. Andaliman dijadikan bumbu nasi goreng dan bahan campuran spaghetti. Ternyata makanan itu laris dan habis duluan,” tegas Amanda.

 Baca Juga: Pangeran Harry dan Meghan Markle Beri Penghormatan untuk Korban Penembakan Masjid di Selandia Baru

“Itu membuktikan bahwa bumbu rempah-rempah kita sudah diterima masyarakat dunia. Karena setelah icip-icip makanan pasti selalu ada interaksi. Meski belum ada sampai yang pesan satu kontener, tapi dengan menunjukkan ketertarikan mereka terhadap bumbu rempah-rempah atau menanyakan resepnya secara langsung, sudah cukup untuk membuat kita semangat mempromosikan rempah-rempah,” timpalnya.

 

Seiring dengan program promosi pemerintah, tahun ini Ubud Food Festival 2019 sengaja mengusung tema ‘Quick Bites: Spice Up The World’.

“Pada tahun kelima ini, kami mengusung tema Spice Up the World sebagai sebuah ide untuk menjadikan kuliner atau makanan Indonesia mendunia. Ini adalah perwujudan dari komitmen kami untuk ikut berkontribusi dalam mempromosikan makanan Indonesia ke hadapan dunia,” ungkap Kadek Purnami, General Manager UFF.

Ubud Food Festival 2019 sendiri rencananya akan dilangsungkan pada 26-28 April mendatang. Ada berbagai kegiatan menarik yang bisa dijajal oleh para pengunjung. Mulai dari demo masak dengan chef senior Indonesia Sisca Soewitomo, diskusi makanan, masterclass, food tour, pasar makanan, dan masih banyak lagi.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini