nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Generasi Milenial Rentan Jadi Perokok Aktif, Menkes Nila: "Tuanya Bakal Sakit-sakitan"

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 20 Maret 2019 16:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 20 481 2032647 generasi-milenial-rentan-jadi-perokok-aktif-menkes-nila-tuanya-bakal-sakit-sakitan-CFgrObrNZh.jpg Ini dampak panjang jika sejak muda jadi perokok aktif (Foto: Shutterstock)

DI era sekarang, banyak permasalahan kesehatan yang mengancam generasi milenial. Salah satunya adalah dampak dari kebiasaan merokok yang sangat melekat.

Banyak generasi milenial menjadi seorang perokok aktif, namun tidak memikirkan efek jangka panjang. Padahal banyak penyakit mematikan yang mengintai dari benda yang mengandung nikotin itu.

Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila Faried Moeloek, SpM(K) mengatakan, terkadang masa muda seseorang sehat dan gembira, tapi tidak mikir masa tua. Dari kajian pemerintah, generasi muda ini bisa terancam masalah kesehatan.

 BACA JUGA : Paduan Hijab Boyish ala Sivia Azizah, Keren Banget!

"Kita lihat anak muda perokok, khawatir perokok ini jumlahnya meningkat. Dari usia anak-anak sampai tua pasti merokok terus karena adiksi. Lihat, berapa kerugiannya karena penyakit yang mengintai," tuturnya saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2019).

 

Menurutnya, gaya hidup generasi milenial telah berubah. Padahal pemerintah berharap kalangan generasi muda harus tetap produktif sampai usia tua. Data Litbangkes menunjukkan, usia manusia saat ini semakin panjang, yakni 71,4 tahun. Tapi penyakit katastropik sekarang semakin meningkat, salah satunya karena merokok.

"Dari data Litbangkes, tapi manusia sehatnya 62 tahun, sekira 8-9 tahun itu kita sakit-sakitan. Coba hitung, selama 9 tahun itu penyakitnya akibat rokok, seperti paru. Kemudian dapat sakit jantung, kalau dinilai bayangkan ongkosnya berapa besar," ungkapnya.

Belum lagi, tambah Menkes Nila, kecelakaan lalu lintas bertambah, karena geng motor tidak habis-habis. Anak muda juga tidak makan sayur dan buah, padahal negara kita sangat subur. Mereka juga banyak yang sakit mental atau depresi.

"Kita harus ubah mindset anak muda dengan asupan dan pengalaman yang mereka dapat dimulai dari kesehatan. Kita sudah buat Germas yang melibatkan kementerian lainnya," terangnya.

Regional Director WHO-SEARO Poonam Khetrapal Singh menjelaskan, generasi muda yang merokok seharusnya sadar diri, kalau rokok bisa mengganggu kesehatan dan ganggu mentalnya karena adiksi.

 BACA JUGA : Hati-Hati, Ini 4 Dampak Kebanyakan Minum Air Putih

"Kita tunjukkan banyak perokok kena penyakit. Mereka harus memahami implikasi dari merokok dan rokok elektronik, karena enggak sadar pikirannya masih sehat, padahal bisa membahayakan jiwanya," pungkas Poonam.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini