Share

Hari Down Syndrome Sedunia, Yuk Pahami Kemampuan Mereka

Nur Anisa Putri, Okezone · Kamis 21 Maret 2019 09:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 21 196 2032934 hari-down-syndrome-sedunia-yuk-pahami-kemampuan-mereka-N1kKxUhUAg.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DI hari Down Syndrome Sedunia, ada baiknya kita mengetahui cara menghadapi mereka yang memilikinya. Memang, tidak mudah bagi beberapa orang menghilangkan perasaan sedih, karena anak-anaknya terlahir dengan Down Syndrome.

Secara fisik, penyandang Down Syndrome memiliki ciri khas tersendiri, seperti fitur wajah yang datar, kepala berukuran kecil, leher pendek, mulut berukuran kecil, ada celah antara jari kaki pertama dan kedua, serta berat dan tinggi badan rendah dibandingkan rata-rata.

Mereka juga memiliki keterlambatan secara intelektual, namun bukan berarti mereka tidak memiliki kemampuan yang juga tak kalah dengan anak biasa lainnya. Keterbatasan kognitif memang menjadi salah satu tantangan terberat bagi para penyandang Down Syndrome, sehingga mengakibatkan mereka sulit untuk belajar.

Baca Juga: Sifat Selingkuh Keturunan dari Orang Tua? Ini Jawaban Pakar

Image result for down syndrome, okezone

Selain itu, kemampuan daya ingat jangka pendek, kemampuan membaca, keterampilan angka dasar, dan bahasa yang kurang menjadi penyebabnya. Anak penyandang Down Syndrome memang membutuhkan perhatian khusus dari orangtua maupun lingkungan sekitar, namun kemandirian juga harus bisa mereka miliki tentunya dengan bantuan khusus.

“Mereka harus di training, karena IQ mereka rendah, jadi butuh training dari awal dan harus teliti. Caranya juga harus spesial maka dari itu dibutuhkan sekolah-sekolah khusus, seperti yayasan ISDI (Ikatan Sindroma Down Indonesia) dan pastinya mereka sudah tahu cara training yang tepat yang berbeda dari anak biasa,” jelas Dr. Sonia Wibisono kepada Okezone.

Baca Juga: 5 Potret Seksi Christabel Chua, Selebgram Singapura yang Sempat Tersandung Skandal Video Mesum

Nah di Hari Down Syndrome Sedunia ini, Dr. Sonia menyebut untuk menghadapi mereka, dibutuhkan kesabaran dan repetisi itu sangat penting. Kalau anak biasa mungkin akan cepat tanggap setelah diajak satu atau dua kali, namun dengan anak penyandang Down Syndrome perlu sampai sepuluh kali pengulangan.

“Mereka juga tidak bisa terlalu banyak pelajaran, kalau anak biasa di sekolahnya kan banyak pelajaran, kalau mereka cukup satu atau dua pelajaran saja agar mereka bisa fokus dan tahu keterampilannya apa,” imbuhnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Agar bisa mandiri, mereka harus tahu keterampilan yang ingin ditekuni itu seperti apa. Kemandirian lain yang harus bisa mereka lakukan itu seperti buang air kecil, ganti baju, dan tidur. Kemudian skill juga penting, seperti melukis, menyanyi, dan berdansa.

Orangtua pun harus peka terhadap kemampuan anaknya dan bantu mengasah bakatnya. Anak penyandang Down Syndrome tidak boleh dibiarkan asal-asalan dalam hal ini, orangtua harus terus mengawasi dan bertanya kepada anaknya tentang apa yang mereka sukai. Untuk ke depannya, mereka diharapkan tidak terlalu bergantung terhadap orangtua dan mereka bisa memberikan kontribusi penting untuk masyarakat.

Para penyandang Down Syndrome juga bisa memiliki pekerjaan seperti orang lain, tentunya sekali lagi, dengan bantuan khusus dari orangtua ataupun komunitas dan yayasan seperti ISDI (Ikatan Sindroma Down Indonesia) dan POTADS (Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome) agar bisa mendapatkan personal growth dan skill training. (mrt)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini