nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhatan Penderita Psoriatic Arhtritis, Dokter Rio: Mengapa Harus Saya?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 22 Maret 2019 11:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 22 481 2033457 curhatan-penderita-psoriatic-arhtritis-dokter-rio-mengapa-harus-saya-eMvFcO8em3.JPG Dokter Gigi yang Alami Penyakit PsA (Foto: Leo/Okezone)

PENYAKIT Psoriatic Arhtritis (PsA) mungkin masih belum banyak dikenal oleh masyarakat. Penyakit ini masuk dalam keluarga penyakit rematik yang menyerang sendi akibat dari respon imun yang abnormal, dan menyebabkan peradangan pada persendian serta kelebihan produksi sel-sel kulit.

Salah satu orang yang mengalami penyakit PsA ini adalah drg. Rio Suwandi. Ia menuturkan bahwa penyakit tersebut awalnya menyerang kulit terlebih dahulu. Namun, tak lama setelah itu ia mengalami pincang saat berjalan dan bengkak pada telunjuk.

Selain itu ia juga merasa nyeri pada bagian belakang kaki setiap bangun tidur di pagi hari. Tentunya hal ini sangat mengganggunya. Alhasil mengonsumsi painkiller menjadi salah satu hal yang paling sering dilakukan, untuk bisa mengurangi rasa sakit yang dialaminya.

"Yang saya bisa lakukan hanyalah marah dan menyesal, mengapa dari sekian banyak orang, harus saya yang mengalami penyakit seperti ini. Tentunya ini sangat menyebalkan, dimana saya harus mengalami rasa sakit setiap pagi sehabis bangun tidur. Bukannya segar bangun pagi, ini malah sakit," terang drg. Rio, saat dijumpai Okezone, beberapa waktu lalu.

Baca juga :

Tak hanya itu, drg. Rio juga memberikan rasio seseorang mengalami penyakit yang serupa dengan apa yang dialaminya. Menurutnya seorang penderita PsA yang menikah dengan pasangan PsA juga, maka anaknya akan berisiko terkena penyakit serupa sebesar 41 persen.

Sementara seseorang penderita PsA yang menikah dengan orang normal akan membawa potensi sebesar 16 persen kepada anak mereka. Ada pula manusia normal yang menikah dengan seseorang yang memiliki keturunan mengalami PsA, maka anak mereka berpotensi terkena penyakit serupa sebesar enam persen.

Namun, apabila kedua pasangan normal dan tidak mengalami atau memiliki riwayat PsA, maka kemungkinan sang anak berisiko mengalami penyakit tersebut sebesar dua persen. drg. Rio mengatakan bahwa dirinyalah orang yang beruntung menerima penyakit tersebut dengan potensi sebesar dua persen.

Lebih lanjut drg. Rio menjelaskan seberapa besar rasa sakit yang dirasakannya kala penyakit tersebut kambuh dan menyerang tubuhnya. Menurutnya, rasanya seperti di tusuk-tusuk jarum, bahkan ia pun sampai tidak bisa bergerak karena rasa sakit yang tak tertahan.

"Rasa sakitnya sampai saya tidak bisa berjalan. Rasanya seperti ditusuk jarum dan diikat sampai tak bisa lepas. Jangankan jalan, di geser sedikit pun sakit. Jika dibilang skala sakitnya itu 9/10 lah. Jika sudah seperti ini, saya harus minum painkiller dulu, kalau sudah enakan baru saya pakai jalan," sambungnya.

Selain sakit PsA yang dialaminya juga mengganggu kegiatannya yang berprofesi sebagai dokter gigi. Sebagaimana diketahui, PsA yang dialami drg. Rio ini menyerang telunjuk, pundak serta kakinya. Alhasil mobilitas tangan kanannya menjadi sedikit terganggu.

"PsA tak hanya mengakibatkan beban fisik, tapi juga mental. Profesi saya terganggu karena penyakit saya lebih banyak berada di sebelah kanan. Terdapat di telunjuk kanan, pundak kanan, kaki kanan dan kiri. Saya juga bekerja sebagian besar menggunakan tangan kanan, seperti memegang alat bor dan lain-lain. jadi menurut saya penyakit ini sangat menggangu," tuntasnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini