nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspadai Kram di Kaki sebagai Gejala Penyakit Jantung

Dito Bagus Wibowo, Jurnalis · Jum'at 22 Maret 2019 16:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 22 481 2033649 waspadai-kram-di-kaki-sebagai-gejala-penyakit-jantung-ZhtUmH9xDl.jpg Gejala serangan jantung (Foto:Ist)

MENDENGKUR perlu diwaspadai sebagai salah satu gejala gangguan penyakit jantung.

Serangan jantung memang bisa datang tanpa peringatan. Namun umumnya ada beberapa gejala yang bisa kita kenali.

Baca Juga:

Viral Bohong Lagi ASMR Samyang, Hebat Gadis Cilik Ini Berani Minta Maaf

Selalu Tampil Anggun dan Awet Muda, Ini Item Fashion dan Beauty Favorit Liliana Tanoesoedibjo

"Kebanyakan pasien memiliki gejala sebelum serangan jantung mereka," kata James Park, M.D., FACC, direktur Program Jantung dan Vaskular di Texas Health Dallas. "Hanya saja kadang-kadang, pria akan mengabaikan gejalanya atau menambahkannya ke penyakit lain." (Inilah yang benar-benar terasa seperti serangan jantung, menurut lima pria sejati yang mengalaminya).

Mengenali gejalanya bisa menghindarkan kita dari serangan jantung sebelum terjadi dan bisa menyelamatkan hidup kita. Berikut, Okezone merangkum dari Menshealth tentang gejala serangan jantung dan apa yang harus dilakukan jika mengalaminya.

 

1.Lelah fisik

Kelelahan fisik yang ekstrem merupakan salah satu gejala serangan jantung untuk perempuan. Meskipun belum ada studi yang mengatakan hal itu juga terjadi ada laki-laki.

Robert Segal, M.D., FAAC, Founder Manhattan Cardiology mengatakan, merasa sangat lelah di luar kebiasaan adalah sinyal lemahnya ventrikel bagian kiri, yakni otot jantung yang berfungsi memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh.

Merasa sangat lelah dapat menandakan kelemahan ventrikel kiri jantung Anda, otot utama yang bertanggung jawab untuk memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh, kata Segal. Jika berhenti bekerja, jantung tidak dapat memompa dengan benar, yang dapat menyebabkan serangan jantung.

Dan jika ventrikel kiri tidak memompa sekuat seharusnya, jantung Anda mungkin tidak dapat mengalirkan cukup darah ke seluruh tubuh Anda, atau mengisi dengan benar dengan darah segar di antara detak jantung. Untuk mengimbanginya, tubuh mengalihkan darah dari otot dan mengirimkannya ke organ-organ yang lebih vital seperti jantung dan otak.

2. Kaki atau pinggul akan kram saat berjalan

Sensasi kram atau kejang yang terjadi pada betis Anda akan menjalar ke paha dan pinggul bisa menjadi sinyal dari sesuatu yang serius.

"Kebanyakan pasien mengatakan tidak bisa berjalan dengan jarak normal tapi dengan tidak adanya gejala. Mereka harus istirahat sebelum kembali berjalan," kata Dr. Park.

Mayo Clinic mengatakan, penyakit arteri perifer sama dengan penyakit arteri koroner, dimana plak terbentuk di sekitar pembuluh darah utama di jantung.

Dan penumpukan itu secara signifikan dapat meningkatkan risiko serangan jantung, kata Park.

3. Rasa sakit pada perut

Terkadang rasa mual, gangguan pencernaan, atau perasaan "bersendawa" yang tidak akan hilang hanya merupakan pertanda gangguan perut. Tapi itu juga bisa menandakan masalah dengan hatimu.

"Sistem saraf terkadang membingungkan sinyal yang datang dari berbagai bagian tubuh," kata Park.

Saraf di saluran pencernaan Anda terkait erat dengan saraf dari jantung. Sebagai hasilnya, masalah yang mungkin muncul di hati Anda terkadang dapat diterjemahkan sebagai ketidaknyamanan perut, ia menjelaskan.

Biasanya mual yang disebabkan oleh serangan jantung yang akan datang akan bertambah buruk dengan aktivitas fisik dan mereda ketika Anda beristirahat.

4.Masalah saat mendengkur

Mendengkur keras, terbangun sambil megap-megap mencari udara, atau merasa lelah saat tidur bisa jadi merupakan sinyal sleep apnea, penyakit tidur yang terjadi karena pernapasan yang terhenti sejenak.

Mereka yang mengalami berhenti dalam bernapas dapat membuat tubuh Anda stres, meningkatkan tekanan darah, menyebabkan jantung berdetak tidak teratur, dan meningkatkan risiko penyakit jantung, kata Segal. Dan semua hal itu dapat membuat serangan jantung lebih mungkin terjadi.

5.Timbul rasa cemas

Studi menunjukkan bahwa wanita dengan kecemasan lebih cenderung mengalami penurunan aliran darah ke jantung dibandingkan dengan mereka yang tidak cemas. Dan meskipun hal yang sama belum ditunjukkan untuk pria, masih penting bagi pria untuk mempertimbangkan hubungan antara kecemasan dan risiko serangan jantung.

"Ini berpotensi menutupi permasalahan jantung pada sejumlah pasien dan membuat diagnosa dan perawatannya menjadi tertunda," kata Dr. Segal. Kecemasan bisa memberikan ketegangan ekstra pada jantung. Sebab, perasaan cemas tersebut menakibatkan pembuluh darah mengerut dan meningkatkan detak jantung, yang bisa menjadi pemicu serangan jantung."

Kegelisahan juga bisa membuat Anda semakin tertekan. Itu karena perasaan tegang menyebabkan pembuluh darah Anda mengerut dan mempercepat detak jantung Anda, yang keduanya bisa memicu serangan jantung, kata Segal.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini