nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Arya Setya, si Pelukis Wajah Pejabat Negara Pakai Kopi

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 22 Maret 2019 14:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 22 612 2033549 cerita-arya-setya-si-pelukis-wajah-pejabat-negara-pakai-kopi-9Pdh9lWE0q.jpg Lukisan Kopi. (Foto: Okezone)

BERMULA dari ketidaksengajaan karena menumpahkan kopi di atas kertas, Arya Setra kini semakin serius menekuni membuat lukisan dari kopi. Terlebih respons masyarakat terhadap lukisan kopi terus meningkat seiring semakin banyaknya orang yang menyukai kopi.

Jenis lukisan yang dibuat olehnya pun bermacam-macam, ada yang berupa pemandangan, potret diri atau tokoh, hingga sketsa wajah. Kepada Okezone, Arya menceritakan jika ia sudah kurang lebih 4 tahun menekuni melukis menggunakan kopi.

Tapi jauh sebelum itu dia sudah menjadi pelukis profesional. Sejak kecil dia telah terbiasa melukis menggunakan cat minyak atau akrilik. Oleh karenanya, Arya tidak mengalami kesulitan yang berarti ketika melukis menggunakan kopi.

Baca Juga: Curhatan Penderita Psoriatic Arhtritis, Dokter Rio: Mengapa Harus Saya?

“Melukis menggunakan kopi sebenarnya secara teknis sama seperti melukis menggunakan cat air. Teknisnya kan ada aquarel, blocking, kemudian ada teknik tabur. Tergantung jenis kopi yang digunakan, apakah kopi cair atau kopi bubuk,” tutur Arya ditemui dalam sebuah acara pameran kopi.

Dirinya menjelaskan, ada beberapa tahap yang harus dilalui untuk melukis menggunakan kopi. Jika yang digunakan adalah kopi cair, maka kopinya bisa langsung disiram atau dilukis menggunakan kuas seperti pakai cat air di atas kanvas.

Tapi jika yang digunakan adalah kopi bubuk, maka harus lebih dulu menggambar sketsa kemudian kanvas diberi lem kayu atau lem sablon untuk merekatkan bubuk kopi.

“Kesulitan paling untuk mendapatkan warna yang kita inginkan harus sabar, karena melukisnya berulang-ulang. Jadi misalkan layer pertama nunggu kering, kemudian timpa lagi bagian mana yang butuhkan untuk lebih tebal atau gelap," papar Arya.

Baca Juga: Adu Gaya Caleg Cantik Kirana Larasati dan Cut Meyriska, Pilih Nyoblos Siapa?

Proses melukis menggunakan kopi pun lumayan lama, tergantung dari ukuran dan obyek yang digambar. "Kalau saya kira-kira 3 hari untuk ukuran 50x70 cm,”

Menurut Arya, harga penjualannya mulai dari Rp1 juta hingga Rp35 juta atau bahkan bisa lebih, tergantung dari pelukisnya sendiri. Sedangkan untuk lukisan yang berupa sketsa wajah, harganya mulai dari Rp150 ribu.

“Harga untuk lukisan dilihat berdasarkan teknik, kesulitan, dan ukuran. Tetapi sebenarnya untuk menentukan harga sebuah hasil karya seni tidak hanya berdasarkan bahan atau material, melainkan nilai seni dari senimannya,” ujar Arya.

Hingga saat ini, dia mengaku sudah menjual lukisan kopi kurang lebih 20 buah. Permintaan paling banyak memang lukisan sketsa wajah lantaran ia sering membuka booth di pameran. Dalam satu hari, Arya bisa membuat lukisan sketsa wajah mencapai 30 buah.

Selain itu, dia pernah melukiskan potret diri sejumlah orang penting dari kopi di antaranya Surya Paloh, Ignasius Jonan, dan Rini Soemarno. Arya pun optimistis lukisan kopi akan mengalami peningkatan.

“Perkembangan lukis kopi di Indonesia sangat bagus sekali. Terutama di kota besar seperti Jakarta yang banyak event kopi sehingga para seniman bisa sekalian mempromosikan lukisan kopi. Apalagi sekarang kopi jadi primadona,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini