Ratusan Pasangan di Korea Selatan Jadi Objek Siaran Langsung saat Berhubungan Seks

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 22 Maret 2019 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 22 612 2033597 ratusan-pasangan-di-korea-selatan-jadi-objek-siaran-langsung-saat-berhubungan-seks-HMcUiWKnBc.jpg Ratusan pasangan di Korsel jadi objek siaran langsung saat berhubungan seksual (Foto:Ist)

MELAKUKAN hubungan seksual dengan pasangan, sejatinya merupakan sesuatu yang sifatnya sangat pribadi.

Namun apa jadinya jika sesuatu yang sangat pribadi ini nyatanya menjadi konsumsi publik luas? Membayangkannya saja sudah membuat bergidik bukan?

Tetapi sayangnya, kejadiaan naas inilah yang tengah menimpa ratusan pasangan di Korea Selatan. Di mana sebagaimana dilapor Channelnewsasia, Jumat (22/3/2019) lebih dari 800 pasangan di Korea Selatan menjadi objek siaran langsung atau live streaming saat sedang berhubungan seksual di motel. Kejadian ini sendiri disebutkan pihak kepolisian Seoul, pada Kamis 21 Maret 2019 sebagai satu contoh skandal terbesar dan paling mengganggu dari persoalan epidemi spycam di Korea Selatan.

Menurut keterangan polisi, para tersangka yakni empat orang pria memasang beberapa kamera yang ukurannya sangat kecil sebagai alat perekam. Di mana kamera-kamera mini ini hadir dengan lensa yang ukuran lebarnya hanya sekitar satu milimeter, dipasang di sekitar 42 kamar di 30 motel. Disembunyikan dengan apik di dalam handel pegangan alat pengering rambut alias hairdryer, soket dinding, dan kotak televisi digital.

Baca Juga:

Adu Gaya Caleg Cantik Kirana Larasati dan Cut Meyriska, Pilih Nyoblos Siapa?

Lucinta Luna Menikah, Netizen: Malam Pertama Main Pedang-Pedangan!

Setelah terekam, kemudian para tersangka ini menyiarkan rekaman video seks ini selama non-stop 24 jam sehari ke situs web berlangganan yang telah memiliki sekitar 4.000 anggota. Beberapa orang bahkan rela membayar biaya tambahan sekitar 50.000 Won atau sekira Rp 622.022 per bulannya agar bisa mendapatkan akses untuk konten yang "eksklusif" yang disediakan berulang-ulang.

Keterangan dari polisi menyebutkan, sebagian korban dari insiden ini adalah laki-laki. “Lebih dari 800 pasangan dipertontonkan di situs itu selama tiga bulan, sebagian besar berhubungan seks. Sekitar 50 persen dari 1.600 korban adalah laki-laki," jelas salah satu pejabat dari National Police Agency.

Merekam dan menyebarkan video seks melalui siaran langsung ini, para pelaku disebutkan mengumpulkan uang sebanyak 7 juta Won. Sejauh ini, dari empat orang tersangka, dua di antaranya telah ditangkap dan dua orang yang lainnya sedang diselidiki.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini