Sederet Gamers Meregang Nyawa saat Main Game Favoritnya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 24 Maret 2019 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 22 612 2033775 sederet-gamers-meregang-nyawa-saat-main-game-favoritnya-Uy6gGunw26.jpg Gamers yang mati karena main game (Foto:Ist)

SEMUA orang tentu memiliki hobi sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Tak sedikit pula yang memanfaatkan kegiatan ini untuk sekedar melepas rasa penat dari rutinitas sehari-hari.

Namun apa jadinya jika hobi tersebut justru merenggut nyawa Anda? Ini bukan isapan jempol semata. Contoh paling nyata adalah hobi bermain video games yang menuntut seseorang untuk berjam-jam menatap layar gadget atau komputer.

 

Dilansir Okezone dari The Gamer, berikut 5 kematian tragis yang dialami para gamers di seluruh dunia, Minggu (24/3/2019).

Hsieh, Taiwan

 

Seorang pria asal Taiwan bernama Hsieh, dilaporkan meninggal dunia karena mengalami serangan jantung setelah bermain video games selama 3 hari tanpa henti. Ia diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga satu-satunya cara untuk mengusir rasa bosannya adalah bermain video games di warnet. Pihak kepolisian melaporkan, Hsieh meninggal karena suhu warnet yang sangat dingin, dan juga kondisi tubuhnya yang sudah terlalu lelah.

Anna-Lee Kehoue

Kejadian tragis selanjutnya dialami oleh seorang remaja wanita bernama Anna-Lee Kehoue. Semasa hidupnya, Anna diketahui gemar bermain Xbox 360 hingga lupa waktu. Suatu ketika, Anna merasa sesak napas sebelum akhirnya jatuh tak sadarkan diri. Ibunya dengan sigap memanggil tim medis.

Setelah dilarikan ke rumah sakit, kedua orang tua Anna mendapat kabar bahwa anak kesayangan mereka mengalami serangan jantung yang membuat otak kirinya mati. Mereka akhirnya membuat sebuah keputusan berat untuk merelakan Anna menghembuskan napas terakhir.

Gabriel Cavalcante Carneiro, Brasil

Sebelum Pokemon Go booming, Niantic Labs selaku pengembang game tersebut pernah meluncurkan mobile game adiktif lainnya yang mereka sebut Ingress. Konsepnya hampir mirip dengan Pokemon Go, di mana pemain harus keluar rumah untuk menaikkan level karakter mereka.

Sayangnya, kala itu Niantic belum memberikan peringatan khusus kepada para pemain untuk tidak bermain saat sedang mengemudi atau berjalan kaki di dekat jalan raya. Benar saja, seorang remaja di Brasil bernama Gabriel Cavalcante Carneiro Leao dikabarkan meninggal dunia karena terlalu fokus melihat telpon genggamnya. Gabriel tewas tertabrak bus yang datang dari arah berlawanan.

Rustam, Rusia

Kejadian tragis selanjutnya dialami oleh seorang remaja asal Rusia bernama Rustam. Kejadian ini bermula ketika Rustam diharuskan beristirahat karena ia baru saja mengalami patah tulang pada bagian kaki. Rustam memutuskan untuk menggunakan waktu istirahatnya tersebut dengan bermain salah satu game paling populer di dunia yakni, Defense of the Ancients atau lebih dikenal dengan sebutan DOTA.

 

Rustam benar-benar terpaku pada permainannya dan hanya beristirahat ketika sudah terlalu lelah atau ketika ingin mengambil makanan. Suatu waktu, ia memutuskan untuk bermain selama 22 hari tanpa henti. Merasa curiga tak ada suara apa pun dari kamar anaknya, kedua orang tua Rustam memutuskan untuk mendatangi kabarnya. Ia ternyata ditemukan tak sadarkan diri di depan meja komputer.

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, Rustam dinyatakan telah meninggal dunia di perjalanan ke rumah sakit. Kematiannya disebabkan oleh Deep Vein Thrombosis, atau karena Rustam terlalu lama duduk di satu tempat selama berjam-jam.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini