Banyak Orang Kecanduan Main Video Game, Ini Alasannya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 24 Maret 2019 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 22 612 2033786 banyak-orang-kecanduan-main-video-game-ini-alasannya-bA0tlt3Uu9.jpg Banyak orang kecanduan main video game (Foto:Ist)

SEMUA orang tua berkewajiban mendukung tumbuh kembang anak sedini mungkin, terutama saat usia mereka masih terbilang produktif. Caranya pun sangat beragam. Namun yang paling efektif dan mudah untuk dilakukan adalah mengajak anak belajar sambil bermain.

Jadi jangan heran jika belakangan ini muncul berbagai jenis video game yang didesain khusus untuk memicu dan menumbuhkan kreativitas anak. Video game juga tidak lagi dipandang sebelah mata, setelah kegiatan ini dimasukkan sebagai salah satu cabang olahraga profesional di berbagai kompetisi bertaraf internasional.

Sayangnya, video game ternyata juga dapat menimbulkan dampak negatif jika tidak dikontrol dengan baik. Apalagi kalau sudah sampai pada tahap kecanduan. Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi.

Menurutnya, ada banyak faktor yang membuat seseorang kecanduan bermain video game, baik faktor internal maupun eksternal. Banyak orang yang menganggap bahwa bermain video game merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan sehingga dapat menjadi alternatif hiburan semata atau hanya mengisi waktu luang.

“Faktornya ada banyak sekali. Sebagian orang merasa bermain game bisa dijadikan untuk pelarian dari masalah-masalah di kehidupan nyata. Hal-hal seperti ini kalau tidak dikontrol dengan baik tentu akan membuat seseorang terlena dan pada akhirnya jadi sebuah kebutuhan dan jadi terikat, kemudian menjadi candu,” tegas Meity saat dihubungi Okezone via pesan singkat, Sabtu (23/3/2019).

Meity menjelaskan, seiring berkembangnya zaman, sebagian besar video game didesain untuk menimbulkan rasa penasaran yang tinggi kepada para pemainnya. Dengan demikian, intensitas seseorang untuk memainkannya pun meningkat. Ditambah lagi sekarang sudah banyak permainan yang diciptakan untuk dimainkan menggunakan smartphone.

Selain itu, hal yang membuat seseorang menjadi adiktif terhadap video game tidak terlepas dari sifat manusia yang selalu ingin lebih dan merasa ingin menaklukan suatu tantangan.

 

“Saat bermain video game, semua orang tentu ingin menjadi juara, menjadi yang terbaik dan menaklukkan permainan. Nah, ketidakmampuan seseorang mengatur waktu dan mengontrol diri inilah yang nantinya akan membuat mereka menjadi candu,” tegas Meity.

“Alhasil mereka akan kurang memiliki kegiatan yang bermanfaat dan kurang memiliki hubungan sosial. Pola asuh orang tua disini sangat penting untuk mencegah anak-anak mereka kecanduan video game,” timpalnya.

Selain faktor-faktor diatas, beberapa penelitian yang pernah dilakukan dengan metode pemeriksaan MRI pada otak pecandu game, menemukan adanya perubahan struktur dendrit sel-sel di otak. Perubahan ini yang nantinya mengakibatkan masalah pengontrolan perilaku pada seseorang.

Kendati demikian, bermain video game tidak melulu menimbulkan dampak negatif bagi para pelakunya. Meity mengatakan, video game juga memiliki dampak positif untuk membuat otak menjadi lebih aktif dalam berpikir, lebih mudah meluapkan emosi, meningkatkan konsentrasi dan kreativitas.

“Tapi perlu ditekankan sekali lagi, ketika seseorang sudah sampai pada tahap kecanduan video game. Otak mereka biasanya tidak memiliki waktu istirahat yang cukup sehingga menimbulkan gangguan emosi dan stres. Perilaku mereka juga akan menjadi lebih agresif, pola hidu mereka pun akan terganggu,” tukasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini